Samarinda.Busamtv.co.id-Imbas ditetapkannya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie (AWS) sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 berdampak sangat signifikan pada pelayanan pasien. Dimana pihak RS AWS telah memberikan pembatasan pelayanan karena lonjakan Covid-19.
Bahkan, pihak RS AWS sendiri telah memasang tulisan di area RS, bahwa tidak layani di IGD karena penuh walau diakui Direktur RS AWS hanya sebagai antisipasi, jika sewaktu-waktu IGD diharuskan tutup dikarenakan bed occupancy rate (BOR) saat itu mencapai 91 persen, seperti yang disampaikan Direktur RS AWS, dr David kepada Antara (6/7/2021) lalu.
Kembali mengkonfirmasi kondisi terkini RSUD AWS, Busamtv.co.id, Selasa (13/7/2021) menghubungi Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD AW Sjahranie, dr Arysia Andhina panggilan akrab dr. Sisi Ia menjelaskan alasan penutupan untuk pasien Covid-19 dikarenakan ruang perawatan Covid-19 telah penuh.
“Sehingga terjadi stagnasi di Instalasi Gawat Darurat, kasusnya semua sedang berat, sehingga perlu perawatan total care tidak bisa sekedar observasi,” jelas Sisi kepada Busamtv.co.id saat dihubungi melalui whatsapp.
Belum lagi ada 72 petugas AWS yang terkonfirmasi positif sehingga mempengaruhi pelayanan juga.
“Hal ini bersifat sementara, bila pasien sudah dipindahkan, IGD akan kami buka kembali,” lanjutnya seraya memberikan alamat website untuk pengecekan tempat dan kamar di IGD RS agar masyarakat mengetahui lebih jelas informasi keberadaan kamar dan pelayanan lainnya tanpa harus datang ke RS.
“Silakan ke website kami, ‘ yankes.kemkes.go.id ’ untuk mengetahui situasi IGD di seluruh Indonesia dan juga bisa mendownload aplikasi siranap rs di playstore,” terangnya lagi.
Sepeti diketahui, lonjakan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir terus naik drastis. Bahkan sejumlah rumah sakit mengalami over kapasitas pelayanan karena pasien yang membludak dan ruang perawatan minim. Pemberlakuan PPKM Darurat pun tak terelakkan seperti di Balikpapan, Berau, dan Bontang sementara tujuh kabupaten kota lainnya bestatus PPKM Mikro yang diperketat.
Sebut saja untuk Kota Samarinda, memantau pergerakan tim evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, dalam sepekan terakhir telah memakamkan belasan jenazah korban Covid-19 setiap harinya di pemakaman Serayu, Tanah Merah. Sejak Senin (12/7/2021) sudah tercatat sebanyak 687 korban yang dimakamkan di Samarinda. Dimana pada Minggu (11/7/2021) ada empat belas pemakaman, Senin (12/7/2021) ada lima belas pemakaman dan hari ini Selasa (13/7/2021) ada 13 pemakaman.
“Tim evakuasi Itu tugasnya menjemput jenazah dari rumah sakit menuju ke pemakaman, Dinas Kesehatan meminta bantuan kepada BPBD Samarinda, jika ada pasien Covid- 19 yang meninggal di rumah maka tim evakuasi dari PMI yang menjemput dan membawa ke rumah sakit untuk pulasarakan,” terang Sekretaris BPBD Kota Samarinda, Hendra kepada Busamtv.co.id.(*)(Don/Tw)








