Global  

Pemkot Tambah Puskesmas Karantina, Jika Mendesak RS IA Moeis akan Dialihfungsikan Khusus Pasien Covid-19

BusamID

Samarinda.Busamtv.co.id-Seiring peningkatan kasus Corona Virus Disease (Covid-19) yang sangat tinggi di awal Juli 2021, terlebih dalam sepekan ini, Satgas Covid Kota Samarinda terus meningkatkan jumlah testing dan tracing dengan mendistribusikan 500 rapid antigen ke seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit.

Termasuk mendistribusikan 10 bahan tes spesimen Rverse-Tanscriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) ke masing-masing Puskesmas, dan 50 bahan ke masing-masing Rumah Sakit. Satu Puskesmas Karantina pun telah di tambahkan yakni Puskesmas Makroman, di Kecamatan Sambutan. Kapasitas tempat tidur di seluruh Puskesmas Karantina juga ditingkatkan, termasuk pelaksanaan program Doctor On Call di 10 Kecamatan.

Menurut Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang juga Ketua Satgas Coovid-19, jumlah jumlah penemuan kasus yang sangat tinggi di awal Juli 2021 dikarenakan jumlah tes RT-PCR yang mencapai 11.000 tes dalam satu minggu yang keluar hasil RT-PCR dalam 2 sampai 3 hari.

Hal ini ia sampaikan dalam laporannya mengenai perkembangan terakhir situasi Covid-19 di Kota Samarinda saat menerima kunjungan Panglima Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak di Anjungan Karamumus Balai Kota, Selasa (13/7/2021) siang.

Ia menyadari Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kaltim dengan jumlah penduduk terbanyak, sangat berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 yang sebelumnya telah ditetapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ada tiga kabupaten/kota yakni Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Berau.

“Kami melakukan pergerakan cepat mengantisipasi situasi agar kami bisa merencanakan pengendalian. Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri dalam penugasan di lapangan, melakukan pemetaan kira-kira potensi permasalahan Covid-19 dan penyebarannya di Samarinda, kemudian langkah antisipasi yang dapat kita lakukan secara terukur dan sistematis agar Samarinda bisa tetap terjaga dari situasi Covid-19 serta penyebarannya dapat tetap dikendalikan,” ucap Andi Harun.

Tiga hari terakhir ini lanjut Andi Harun, Kota Samarinda memasuki puncak krusial ketika pihaknya mengupdate data di Balikpapan dan nasional. Sempat terjadi kepanikan sementara karena Bed Occupancy Ratio (BOR) yang tadinya di bawah 50 persen, tiba-tiba melonjak pada angka 90 persen.
Ia juga melaporkan kurva epidemik per 11 Juli 2021 bahwa puncak pandemik gelombang ke-4 di bulan Juli 2021 lebih tinggi daripada puncak pandemik gelombang ke-3 di bulan Februari 2021, dengan jumlah kasus minggu pertama bulan Juli 2021 sebanyak 1.400-an kasus dalam satu minggu.

“Untuk kesiapan bed (tempat tidur, Red) rumah sakit sebanyak 305 bed dan 138 bed Puskesmas yang bisa dimaksimalkan hingga 230 bed. Kemudian untuk menyikapi hal terburuk pandemi, kami juga akan memaksimalkan RSUD IA Moeis yang hingga hari ini masih menampung dan menerima pasien non Covid-19. Jika sewaktu-waktu diperlukan, maka seluruhnya dialihfungsikan menjadi menjadi pusat penanganan Covid-19. Sementara pasien non Covid-19 akan dialihkan ke rumah sakit lain. Tapi semoga saja hal terburuk itu tidak sampai terjadi di Kota Samarinda,” harap Wali Kota.

Seperti diketahui dalam 3 hari terakhir, Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Samarinda perhari telah memakamkan belasan jenazah korban Covid-19 di pemakaman Serayu, Tanah Merah. Sejak Senin (12/7/2021) sudah tercatat sebanyak 687 korban yang dimakamkan di Samarinda. Dimana pada Minggu (11/7/2021) ada empat belas pemakaman, Senin (12/7/2021) ada lima belas pemakaman, dan Selasa 913/7/2021) ada 13 pemakaman.

Tiga hari terakhir ini lanjut Andi Harun, Kota Samarinda memasuki puncak krusial ketika pihaknya mengupdate data di Balikpapan dan nasional. Sempat terjadi kepanikan sementara karena Bed Occupancy Ratio (BOR) yang tadinya di bawah 50 persen, tiba-tiba melonjak pada angka 90 persen.
Ia juga melaporkan kurva epidemik per 11 Juli 2021 bahwa puncak pandemik gelombang ke-4 di bulan Juli 2021 lebih tinggi daripada puncak pandemik gelombang ke-3 di bulan Februari 2021, dengan jumlah kasus minggu pertama bulan Juli 2021 sebanyak 1.400-an kasus dalam satu minggu.

Sementara, untuk realisasi pelaksanaan vaksin, Andi menyampaikan telah memvaksin sebanyak 159.692 dosis vaksin. Kemudian sejak bulan Juni hingga Juli 2021, telah dilakukan percepatan vaksinasi sebagai antisipasi di gelombang ke-4 pandemi.

“Kalau boleh dikatakan, Kota Samarinda merupakan salah satu daerah tercepat mengakselarasi vaksin di semua tingkat golongan dan kita sekarang juga sudah memasuki golongan vaksin tingkat remaja. Karena dalam temuan kasus terakhir di puncak ke-4 ini, virus varian baru menyerang secara efektif masyarakat atau penduduk usia 50 tahun ke bawah,” ucapnya.(*)(KMF-SMD/Don/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *