Samarinda, Busam.ID – Upaya antisipasi banjir yang jadi momok kota ini, terus dilakukan pemerintah daerah dan menjadi fokus Pemkot Samarinda.
Saat ini Pemkot tengah menjalankan proyek drainase dan menghandle penurapan tepian Sungai Karang Mumus (SKM) di Jl Dr Sutomo.
Imbas proyek ini, penutupan satu ruas jalan terpaksa dilakukan.
Praktis mobilitas warga berkendara direkayasa dalam satu ruas jalan sebelahnya, tepat pada tikungan SKM setelah Masjid Al Khair.
Rekayasa arus lantas satu jalur ini diperkirakan akan berlangsung sampai periode Desember, seiring selesainya pengerjaan proyek penurapan.
Dedy Sumbawardana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mewakili Kabid SDA DPUPR Samarinda, Hendra Kesuma menjelaskan perihal proyek tersebut.
“Pengerjaan proyek ini menyerap anggaran sekitar Rp 4,7 Miliar dari APBD Murni Bantuan Keuangan 2023 Kota Samarinda,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa pengerjaan proyek ini diperkirakan akan berlangsung selama 6 bulan, dimulai pada bulan Juni dan diharapkan selesai pada bulan Desember 2023.

“Proyek ini mencakup pembuatan turap sepanjang 65 meter, yang bertujuan untuk mengamankan bibir Sungai Karang Mumus dari segmen pasar Segiri hingga Masjid Al Khair. Selain itu, turap ini juga akan berfungsi sebagai tanggul pengendali banjir,” paparnya.
Dikatakan hingga saat ini pengerjaan proyek baru di tahap 15 persen.
“Tahap ini melibatkan persiapan pembersihan lokasi, pemindahan beberapa utilitas seperti tiang dan jaringan PLN, serta pengadaan sheetpile dan pipa angkur,” rinci Dedy.
Meski proyek ini berdampak terhadap penutupan jalan yang sudah terjadi selama lebih dari satu minggu, Dedy mengimbau masyarakat untuk mendukung dan memaklumi situasi ini.
“Penutupan jalan akan berlanjut hingga pekerjaan selesai pada akhir bulan Desember, untuk memastikan mobilitas alat dan bahan proyek berjalan lancar,” harapnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk berhati- hati saat melintas di sekitar area pekerjaan dan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
“Ya dengan upaya demikian, diharapkan akan membantu mengurangi masalah banjir di kawasan ini dan meningkatkan infrastruktur Kota Samarinda secara keseluruhan,” tutup Dedy. (Ryan)
Editor : A Risa








