Samarinda, Busam.ID – Seorang karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, Selasa (25/10/2022) siang dilaporkan nyaris meregang nyawa karena tersedot pipa pembuangan lumpur saat melakukan pengurasan endapan lumpur di bak penenangan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lipan Samarinda Seberang.
Dari video yang direkam oleh warga, terlihat korban tengah terbaring di atas endapan lumpur dan dibantu dua rekannya untuk mengeluarkan kaki kanan korban yang diketahui bernama Helgatika Santoso dari dalam pipa berukuran 300 mm.
Meski berhasil mengeluarkan kaki korban dari dalam pipa, tubuh korban yang berada di dasar bak penenangan membuat rekannya kesulitan mengevakuasinya sehingga menghubungi Unit Siaga SAR Samarinda dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda serta jajaran Polsek Samarinda Seberang.
Petugas SAR gabungan yang berada di lokasi kemudian berupaya mengeluarkan korban dari dasar bak penenangan.
“Yang kami lakukan pertama kali adalah melakukan pembidaian pada kaki korban yang mengalami luka untuk menghindari luka semakin parah, kemudian melakukan evakuasi dengan tali dan tandu menggunakan teknik vertical rescue,” kata Riqi Effendi, Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda.
Proses evakuasi berlangsung selama 30 menit dan berjalan dramatis, tubuh korban yang diikat di tandu kemudian ditarik oleh anggota SAR gabungan dibantu relawan kota Samarinda.
Dalam proses evakuasi, Riqi mengaku mengalami kendala dengan lumpur cukup tebal, sehingga petugas harus ekstra hati-hati dalam mengevakuasi.
Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Anton Saman melalui Kanit Reskrim, Ipda Dedy Lantang mengatakan, dari keterangan saksi korban bersama 7 rekannya melakukan pekerjaan rutin tiap tahunnya yakni membersihkan bak penenangan.
“Ada dua bak yang dibersihkan oleh 8 orang termasuk asisten manager Bernama Jumino, pukul 8.00 wita, mereka melakukan pengurasan di bak pertama. Pukul 11.00 wita, mereka pindah ke bak kedua. Untuk membersihkan endapan lumpur tersebut karyawannya menggunakan cangkul dan menyiramnya,” terang Dedy.
Dedy menambahkan, pada saat membersihkan endapan lumpur tersebut, korban tidak sengaja menginjak drain pembuangan lumpur sehingga kaki kanannya terperosok.
Sementara Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana, Ali Rachman megatakan untuk saat ini Helgatika sudah berada di RSUD IA Moeis untuk mendapatkan perawatan medis. “Kaki korban mengalami luka dan pembengkakan,” kata Ali melalui chat di whatsapp. (dic)
Editor: Redaksi BusamID












