Bunuh Diri Diduga Dipicu Asmara, Wanita yang Ditemukan Meninggal di Muara Jembatan Kuning Palaran

BusamID
Korban saat ditemukan warga di Muara Jembatan Kuning, sebelum dilakukan evakuasi oleh petugas kepolisian Kamis (14/9/2023). Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Jasad wanita muda yang ditemukan di Muara Sungai Jembatan Kuning Kecamatan Palaran kemarin Kamis (14/9/2023) akhirnya diketahui sebagai warga di Jalan Handil Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara.

Wanita yang masih kuliah di salah satu universitas di Samarinda itu berinisial DL (24).

Identitas korban itu disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Jum’at (15/9/2023).

“Setelah pihak keluarga yang kehilangan anaknya tiba di rumah sakit, menyatakan korban adalah DL anak mereka yang tak pulang beberapa hari. Korban adalah warga Handil 2 Muara Jawa,” terang Zarma Putra.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan handphone milik korban yang ditemukan di dalam kendaraannya, petugas menyebut indikasi penyebab kematiannya adalah bunuh diri.

“Indikasinya adalah bunuh diri, karena sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke Sungai Jembatan Kuning, berdasarkan pesan WA di handphonenya, korban dengan pacarnya sempat bertengkar,” ujarnya.

Indikasi bunuh diri diperkuat dengan pernyataan pesan korban via WhatsApp kepada ibu kandungnya, dengan ucapan permintaan maaf.

“Dia (korban) ada WA ibunya juga meminta maaf dan mau bunuh diri,” paparnya.

Usai menyampaikan pesan tersebut, korban tidak bisa dihubungi lagi.

“Hp nya aktif namun telepon tidak diangkat dan di-WA tidak direspon,” ujarnya.

Warga yang tinggal di sekitar Jembatan Kuning pun sempat melihat wanita berada dipinggir sungai Kamis (15/9/23) dinihari.

“Saksi ada yang melihat cewek jam 3 subuh namun dikira hantu,” terangnya.

Zarma Putra sempat mengira jasad wanita muda tersebut merupakan korban pemerkosaan.

“Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan dan indikasinya adalah bunuh diri karena pertengkaran ditambah beban pikiran skripsi akhir yang sudah telat,” tutupnya.(Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *