Samarinda, Busam.ID – Banyaknya organisasi kedaerahan di tengah masyarakat, yang selama ini langsung di bawah monitoring Dinas Kesbang, akhirnya diwadahi Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) diketuai langsung Gubernur Kaltim Isran Noor.
Senin (13/12/21) MODN melangsungkan Musyawarah Nasional -nya yang pertama di Ballroom Hotel Mercure Samarinda. Dalam munas pertamanya itu, MODN sekaligus mengukuhkan Gubernur Kaltim Isran Noor sebagai pimpinan tertingginya.
Kehadiran MODN yang mengcover 60 ormas kedaerahan ini, mengimbangi kehadiran Aliansi Organisasi Daerah (AORDA) Kaltim dan Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) yang sudah terbentuk lebih dulu.
Saat diwawancara oleh awak media, Isran Noor mengatakan, jika dirinya berharap nantinya MODN dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan serta keharmonisan warga khususnya masyarakat Kalimantan Timur.
“Tujuan intinya bagus, menjaga persatuan dan kesatuan serta keharmonisan masyarakat kita. Terutama masyarakat yang tergabung dalam organisasi, paguyuban, serta suku-suku, sekaligus menjaga adat dan budaya. Kalau kita bisa damai itu kan sebuah kontribusi yang luar biasa,” sebut Isran Noor.
Dalam agenda MODN yang baru pertama kali digelar ini, juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. Bahkan ia juga sempat berbagi cerita tentang cara dirinya menangani wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Menurut Riza Patria, dia membagikan pengalamannya menangani interaksi berbagai kelompok/organisasi masyarakat dengan bermacam latar di DKI Jakarta, sebagai bentuk kontribusinya mengingat rencana Pemerintah Pusat yang berencana memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim. Sehingga diperlukan banyak kesiapan dari warga Kalimantan Timur.
Inisiator MODN, Erly Sopiansyah berharap, jika MODN bisa menjadi wadah komunikasi antar organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan juga berbagai paguyuban daerah untuk memumpuk rasa persatuan dan kesatuan, sehingga dapat tercipta keamanan dan perdamaian di Indonesia.
“Kami dari panitia memberi tenggat Pak Gubernur (Isran Noor) untuk menyusun kepengurusan MODN ini selambat-lambatnya 1 bulan sejak hari ini,” ungkap Erly.
Koordinator Panitia MODN Abraham Ingan menambahkan, kehadiran MODN diharap dapat menciptakan komunikasi yang baik antar organisasi dalam mendukung pembangunan IKN di tahun 2024 nanti.
“Keberadaan IKN baru ini kita harus mempersiapkan diri. Sehingga melalui MODN, kita bisa mempersiapkan kualitas SDM agar bisa tetap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan IKN,” sebut Abraham.
Perlu diketahui, saat ini sudah 60 organisasi yang telah tergabung dalam susunan MODN. Bahkan, dukungan resmi juga telah diberikan melalui tandatangan dan stampel organisasi kepada Inisiator MODN. (vic/an)








