Balikpapan, Busam.ID – Presiden RI Jokowi menyebut, sebagai calon penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan sudah menjadi lebih baik.
Hal itu disampaikan Jokowi kepada Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam kunjungannya ke Balikpapan, Selasa (25/10/2022).
“Pada saat mau naik mobil tadi beliau sempat menyampaikan terima kasih Pak Wali atas sambutannya. Beliau juga menyampaikan tadi terima kasih kepada Balikpapan yang juga menjadi lebih baik,” kata Rahmad usai mendampingi Jokowi.
Menanggapi pernyataan presiden tersebut, Rahmad menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder, masyarakat Balikpapan, kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang terus berbenah dalam menyambut pemindahan IKN.
Tentunya, Kota Balikpapan yang akan menjadi kota penyangga, sebagai kota transit, berharap adanya perubahan-perubahan inovasi terhadap pembangunan kota Balikpapan termasuk infrastrukturnya harus terus dibenahi. Termasuk juga Pelabuhan dan objek wisata.
“Kita juga ada objek wisata bahari kita yang merupakan kerjasama Dispora. Itu merupakan inovasi kita, baik dari pengusaha Balikpapan, baik dinas terkait untuk selalu bisa berbenah diri untuk menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Penyaluran BLT BBM Sudah 99,7 Persen
Presiden RI Jokowi juga menyebutkan, penyaluran bantuan langsung tunai bahan bakar minyak atau BLT BBM sudah mencapai 99,7 persen.
“Hampir selesai, tinggal menyisir yang belum. Ini akan terus kita kebut,” kata Jokowi dalam sambutannya saat meninjau penyaluran bantuan di Kantor Pos Cabang Balikpapan, Selasa (25/10/2022).
Diharapkan dengan bantuan ini konsumsi masyarakat bisa terjaga, dan daya beli juga terjaga.
“Dan mempengaruhi growth pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun negara kita,” tuturnya.
Jokowi melanjutkan, pemerintah pusat hingga daerah terus melakukan sejumlah upaya untuk menekan dampak inflasi.
Seperti yang dilakukan gubernur, wali kota, dan bupati mengucurkan sejumlah bantuan dari APBD untuk menekan ongkos transportasi pengangkut bahan pokok.
“Itu juga akan mengurangi kenaikan harga barang dan jasa. Dana bisa diambil dari belanja tidak terduga dan dua persen dari dana transfer umum,” ucap Jokowi. (man)
Editor: Redaksi BusamID












