Samarinda, Busam.ID – BPS (Badan Pusat Statistik) Kaltim melalui Kepala BPS Kota Samarinda, Rosmawati mencatat kenaikan inflasi menjelang bulan Ramadan yaitu sebesar 0,59 persen untuk wilayah Bumi Etam.
Adapun kenaikan tersebut merupakan gabungan 2 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Kaltim yakni Samarinda sebesar 0,52 persen dan Balikpapan 0,67 persen.
Rosmawati menyarankan agar Pemkot Samarinda benar-benar mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok penting. Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan inflasi pada bulan April 2023.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso mengklaim kenaikan inflasi di Kota Tepian sebesar 0,52 persen (mtm) masih dalam kategori terkendali.
Hal tersebut dikatakannya karena adanya intervensi dari Pemkot (Pemerintah Kota) dengan menggelar operasi pasar murah serta penyaluran minyak goreng curah sebanyak 500 ton kepada masyarakat.
Atas hal tersebut, Rusmadi mengatakan untuk saat ini tidak terjadi kelangkaan pada dua jenis bahan pokok tersebut.
“Kita bersyukur, untuk Pemkot Samarinda semua strategi yang direncanakan dalam mengendalikan inflasi dapat berjalan. Kita sudah melakukan monitoring terhadap pengembangan harga di lapangan. Pertama dari sisi ketersediaan, kita bersyukur untuk beras, gula, gandum untuk satu bulan ke depan cukup. Tetapi saya ingatkan menjelang Lebaran Idul Fitri 2023, kita harus memastikan kebutuhan pangan kita dapat tercukupi,” ucapnya.
Rusmadi juga mengatakan bahwa dirinya bersyukur karena harga minyak goreng di pasaran ikut menurun.
Hal tersebut akibat adanya penyaluran minyak goreng dari Pemkot Samarinda kepada masyarakat untuk membeli minyak goreng dengan harga yang murah yaitu sebesar Rp 13,500 per liter.
“Alhamdulillah, inflasi kita di tingkat daerah menurun. Tapi, di tingkat nasional kita masih di atas ya. Harapannya semoga kita bisa berjaga-jaga untuk tetap konsisten melakukan pengendalian inflasi tersebut,” tutupnya.(RYAN)
Editor : Risa Busam.ID








