Kenaikan Harga Cabai Diperkirakan Masih Dua Bulan Ke Depan

BusamID
Heria Prisni. ist

Balikpapan, Busam.ID – Kenaikan harga cabai yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Balikpapan, diperkirakan baru akan akan normal kembali dalam dua bulan ke depan.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan, kenaikan harga cabai yang terjadi dipengaruhi oleh faktor cuaca dan penyakit.

Menurutnya, curah hujan tinggi berpengaruh atas pembungaan tanaman cabai terhambat dan bahkan membuat buahnya menjadi sedikit. Oleh sebab itu, banyak petani yang gagal panen dan produksi turun hingga 50 persen.

“Sekarang dihadapkan lagi dengan kondisi penyakit. Jadi yang biasanya hasilnya 1 hektare dapat 20 ton, sekarang tidak sampai 10 ton, jadi sangat merosot sekali. Kejadian ini terjadi menyeluruh di seluruh Indonesia,” kata Heria, Selasa (19/7/2022).

Dijelaskannya, untuk harga cabai di pasar saat ini masih diharga Rp100 ribu lebih. Sementara dari petani sendiri sudah diharga kurang lebih Rp 90 ribu perkilogramnya.

Tidak hanya itu saja, penyebab kenaikan harga cabai ini juga dikarenakan produksi mereka yang turun sekali, sedangkan untuk biaya produksinya tinggi.

“Karena petani juga berhitung pada keuntungannya. Jadi untuk harganya mereka sesuaikan dengan biaya produksi mereka,” terangnya.

Terkait pasokan, ditambahkannya, adalah rata-rata berasal dari Sulawesi dan Jawa mengalami pengurangan. Hal ini disebabkan cuaca yang kurang baik dan juga terserang hama.

“Jadi produksi turun 50 persen. Memang menjadi masalah se-Indonesia. Semoga saja yang sudah tanam ini, dua bulan ke depan akan membaik lagi,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *