Samarinda, Busam.ID – Sebuah voice note yang tersebar sejak hari Sabtu (28/1/2023) lalu yang mengatasnamakan Noor Fatimah sebagai Kepala Sekolah Dasar 014 di Sungai Pinang akhirnya diklarifikasi oleh yang bersangkutan.
Dalam voice notenya tersebut, Noor Fatimah mengatakan jika salah seorang murid SDN 014 Sungai Pinang nyaris menjadi korban penculikan pada hari Kamis (26/1/2023).
Peristiwa upaya penculikan itu, terjadi di depan kantor Kelurahan Mugirejo yang berseberangan dengan SD 014 Sungai Pinang.
Pelaku melancarkan aksinya dengan modus memberi uang serta mengatasnamakan suami dari salah seorang guru di SD tersebut.
Busam.ID bersama awak media lainnya kemudian mendatangi sekolah tersebut. Ternyata di ruang kepala SDN 014 Sungai Pinang itu sedang berlangsung pertemuan antara pihak sekolah, Polsek Sungai Pinang dan perwakilan Kelurahan Mugirejo.
Usai pertemuan, Noor Fatimah kemudian memberikan klarifikasi terkait isu penculikan tersebut di hadapan awak media. Dalam klarifikasinya Noor Fatimah mengatakan tidak ada kejadian penculikan.
Termasuk upaya penculikan yang terjadi pada murid SDN 014 sebagaimana ramai beredar pun, sebenarnya tidak ada. Voice note yang disebarkannya, bertujuan agar orang tua murid lebih fokus terhadap putra putri mereka, terutama dalam hal penjemputan di sekolah.
“Sehubungan dengan voice note yang saya buat pada hari Sabtu (28/1/2023) jam 09.25 Wita di ruang Kepala Sekolah SD N 014. Saya nyatakan bahwa tidak benar adanya peristiwa percobaan penculikan ataupun penculikan yang dialami oleh siswi dari SD 014. Dan hal tersebut saya lakukan semata-mata sebagai imbauan agar orang tua murid lebih waspada terhadap putra-putrinya,” terang Noor Fatimah saat dikonfirmasi Senin (30/1/2023).
Di penghujung klarifikasinya, Noor Fatimah juga mengucapkan permohonan maafnya atas tersebarnya rekaman suaranya ke media social yang menimbulkan keresahan pada masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian Polsek Sungai Pinang, Kelurahan Mugirejo dan para orang tua murid, warga sekitar serta media yang telah turut meluruskan permasalahan ini,” tutupnya.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noor Dhianto mengatakan bahwa voice note yang beredar adalah semata-mata untuk memberikan imbauan kepada orang tua murid agar lebih waspada menjaga anak-anaknya.
“Ibu tersebut hanya ingin memberikan imbauan kepada orang tua murid agar lebih menjaga putra-putrinya. Dia minta maaf bahwasanya yang disebutkan percobaan penculikan seperti mengajak pulang atau mengajak naik motor itu tidak ada terjadi sebagaimana disebutkan oleh pihak Kepala Sekolah,” ungkap Noor Dhianto.
Noor Dhianto mengimbau kepada pihak sekolah dan juga orang tua siswa supaya tidak menyebarkan informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya.
“Bukan berarti kita lalai atau menurunkan tingkat kewaspadaan. Namanya menjaga mengawasi anak-anak, tetap kita jaga jangan sampai karena berita hoax ini lantas kewaspadaannya menurun. Anak sekolah pulang tetap harus diminta untuk kewaspadaannya apalagi yang berjalan kaki, jangan sampai menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Bukan berarti anti terhadap orang tidak dikenal, tetap ditingkatkan kewaspadaanya,” tutup Noor Dhianto.(dic)
Editor : Redaksi Busam,Id












