Ketua PP Muhammadiyah Resmikan Gedung Baru 7 Lantai UMKT

BusamID
Suasana peresmian gedung baru UMKT di Jalan Ir Juanda. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID -Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur meresmikan gedung barunya yang berkonstruksi 7 lantai. Banguna yang diberi nama Gedung Jenderal Sudirman itu berlokasi di Jalan Ir Juanda pada Rabu (17/5/23).

Kegiatan peresmian gedung baru itu turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Haedar. Ft by Ryan

Dalam sambutannya, Rektor UMKT, Prof. Bambang Setiadji menyampaikan bahwa kontraktor untuk pembangunan gedung Jenderal Sudirman merupakan perusahaan milik majelis ekonomi dan

“Selain memperbanyak dan memperbaiki infrastruktur prasarana, UMKT juga melakukan perbaikan di banyak aspek, termasuk akademik. Tidak sedikit mahasiswa dan dosen UMKT saat ini dikirim untuk melanjutkan studi di luar negeri,” ucap Bambang.

Selain itu, menurutnya keberadaan UMKT dapat dijadikan sebagai sarana belajar bagi putra-putri bangsa yang sulit mendapat akses belajar.

“Banyak anak-anak pedalaman menembus lorong keputusan di UMKT. Artinya anak-anak itu mengambil keputusan untuk sebuah kemajuan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, atas apa yang dilakukan oleh UMKT, Haedar Nashir menyebut bahwa itu merupakan sebuah lompatan untuk maju.

Hal itu menurutnya bukan isapan jempol semata, karena saat ini UMKT tercatat menjadi universitas swasta terbaik di seluruh kawasan Kalimantan.

“UMKT ini telah menjadi kampus terbaik untuk swasta. Bisa menjadi besar seperti sekarang ini itu kan hasil dari proses perjuangan kita semua warga persyarikatan di Kaltim, Prof Bambang dan kawan-kawan BPH, juga UMS yang ikut berperan untuk memacu UMKT yang sekarang ini,” jelas Haedar.

UMKT bersama dengan 171 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah, harap Haedar dapat menjadi pintu menuju kemajuan persyarikatan, umat dan bangsa. Dalam pandangan Muhammadiyah, PTMA bukan hanya sebagai pintu ilmu tapi juga pintu peradaban.

Keinginan maupun cita-cita yang dimiliki oleh UMKT untuk membawa anak-anak pedalaman menembus kemajuan, nilai Haedar, merupakan pandangan moderen Islam yang aktual. Sebab Islam selalu relevan atau sesuai dengan zaman dan tempat.

“Menghadirkan Islam yang bisa menjawab tantangan zaman. Kita tahu setelah Islam jaya dan kita saat ini pada posisi mundur. Dahulu Islam, sebagai agama yang menyebarkan nilai-nilai dan peradaban di dunia ini selama 8 abad,” ungkapnya.

Barat yang saat ini memimpin peradaban, kata Haedar, hanya mengambil etos kemajuan Islam tapi melupakan spiritualitasnya. Namun demikian, dia melihat Barat saat ini juga berada di ambang kritis, lebih-lebih krisis kemanusiaan. (RYAN)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *