Kopiria Bertahan di Tengah Pandemi

BusamID
Kopiria Bung Tomo. Foto: Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Badai Corona yang melanda seluruh dunia, menghantam keras sisi ekonomi. Banyak yang jatuh, namun tak sedikit yang mampu bertahan. Kini setelah pandemi melunak dan PPKM ditempatkan level 1, pelan pelan UMKM bergeliat bangkit. Salah satunya Kopiria, cafe yang berlokasi di Jl Bung Tomo Samarinda Seberang.

Pemilik Kopiria Michael Falentino mengaku bersyukur, usahanya mampu bertahan di tengah pandemi tanpa mengurangi jumlah karyawan.

“Tidak mudah menghadapi situasi pandemi tanpa mengencangkan ikat pinggang dan efisiensi di sana sini. Syukurnya kami mampu bertahan tanpa harus memangkas jumlah karyawan,” cetus Michael.

Owner franchise yang memilki salah satu gerai di Samarinda ini menambahkan, jika strategi marketing tetap dijalankan pihaknya di tengah pandemi, kondisi terparah sekalipun. Yang menjadi pembeda, kalau di masa normal mereka jualan terbuka, di masa pandemi ini mereka berjualanan online. Alhasil mereka tetap menangguk pundi-pundi meski diakui terjadi penurunan omset dan laba selama pandemi. Kini pandemi mulai mengendur, UMKM termasuk Kopiria mulai bergeliat dan berjualan normal layaknya sebelum pandemi.

“Yang kami syukuri lagi, selama pandemi kami bertambah mitra kerja yakni kurir baik pribadi maupun Go-Jek dan aplikasi sejenis,” imbuh Michael.
Diakui pengusaha muda ini, adanya pandemi masih memberi dampak bagi pelaku usaha terutama yang harus berjualan terbuka sehingga memancing kerumunan.

Owner Franchise Kopiria Bung Tomo, Michael. Foto: Istimewa

“Gara gara pandemi ini banyak UMKM sampai gulung tikar karena dilarang berjualan yang memicu kerumunan. Dasar kondisi ini, hemat saya penerapan aturan atau tindakan yang berdampak, tolong berikan juga solusinya supaya piring nasi warga tetap terjaga,” urai Michael bijak.

Saat ini setelah PPKM diposisikan level 1, Kopiria pun membuka gerainya sebagaimana biasa sebelum pandemi. Namun Kopiria tetap mengikuti anjuran pemerintah, mengharuskan karyawannya tetap mengenakan masker, juga mengatur posisi duduk meja cafenya berjarak sehingga kumpul-kumpul para tamunya bisa dikondisikan tidak terlalu rapat.

“Kami tetap menjalankan protokol kesehatan karena itu untuk kebaikan kita semua,” pungkas Michael. (Ryan/An)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *