Samarinda, Busam.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan rujukan kunjungan ke Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pencapaian kinerja bidang kesehatan. Dikarenakan NTB sebagai penerima penghargaan nasional pada tahun 2022.
Kepala Dniskes Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, Pemprov NTB menjadi rujukan Pemprov Kaltim dalam pencapaian target kinerja bidang kesehatan.
Karena pada tahun 2022, Provinsi NTB berhasil menjadi provinsi pertama di Indonesia dengan pencapaian 3 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
“Kami menyampaikan apresiasi pelaksanaan rapat koordinasi ini sebagai upaya memberikan dukungan terhadap pencapaian target kinerja bidang kesehatan,” ucapnya, Sabtu (18/2/2023).
Jaya menyebutkan, Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Lintas Sektor dalam pencapaian target kinerja bidang kesehatan provinsi Kaltim di NTB dilaksanakan Dinkes bersama Biro Kesra Sekretariat Setdaprov Kaltim.
Hadir menjadi nara sumber utama dari kegiatan tersebut yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah NTB, Nuhandini Eka Dewi.
Lebih lanjut Jaya mengatakan, pada kesemlatan tersebut Eka Dewi menyampaikan materi berjudul Peran Koordinasi dan Fasilitasi Setda dalam Pencapaian Kinerja Pemerintah Daerah.
Jaya juga menyebut, empat Indikator Kinerja Kunci (IKK) bidang kesehatan perlu dukungan dinas lainnya, sehingga Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim mempunyai tanggungjawab untuk mengkoordinasikan pencapaian kinerja kesehatan ini secara lintas sektoral.
“Terima kasih, Biro Kesra sudah menggagas kegiatan ini agar semua lintas sektoral saling sinergi untuk mendukung pencapaian IKK Bidang Kesehatan. Apalagi tahun 2023 adalah tahun akhir sehingga perlu sekali program percepatan terutama untuk IKK yang masih kurang,” lanjutnya
Senada dengan hal itu, Kepala Biro Kesra Andi Muhammad Ishak menyebut, Dinas Kesehatan memerlukan dukungan nyata dari perangkat daerah lainnya dalam pencapaian indikator kinerja kunci bidang kesehatan terutama dalam beberapa capaian yang menjadi prioritas Pemprov Kaltim.
“Penurunan angka gizi buruk dan penurunan angka kematian ibu melahirkan perlu mendapat perhatian khusus kita, hal ini sangat mendukung pencapaian angka peningkatan umur harapan hidup.,” pungkas Andi. (Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir








