Masih Zona Merah PMK, Pengiriman Ternak Ke Luar Balikpapan Jadi Terkendala

BusamID
ilustrasi. Antara

Balikpapan, Busam.ID – Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sudah tak menemukan adanya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), akan tetapi hingga saat ini pemerintah pusat belum juga mencabut status Zona Merah Kasus PMK di Balikpapan.

Kondisi ini berdampak pada pendistribusian hewan ternak Kota Balikpapan yang tidak bisa keluar daerah dan hanya menerima hewan ternak di lingkup zona merah tersebut.

“Tujuannya agar tidak tertular jadi hanya seputaran zona yang bisa masuk. Makanya sampai saat ini hewan ternak yang boleh masuk di Balikpapan hanya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang boleh. Kalau dikatakan sesama zona pengiriman hanya seputaran Balikpapan saja,” ujar Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni, Kamis (27/10/2022).

Meski Balikpapan sempat mendapati tiga kasus hewan ternak terkonfirmasi PMK dan telah dilakukan pemotongan paksa. Dia berharap kasus tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari.

“Tapi sekarang sudah aman dan hewan ternak yang ada juga sudah kami lakukan vaksin. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang serupa,” jelasnya.

Selain itu dia juga menerangkan, untuk waktu perubahan status Zona merah tersebut pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan waktunya, hal itu dikarenakan yang menentukan itu adalah pemerintah pusat.

“Kami juga sudah ada laporan untuk perubahan status itu karena sudah tidak ada kasus. Kemudian berapa hewan ternak juga sudah kami lakukan vaksin, dan itu sudah kita laporkan ke pusat,” jelasnya.

Dia menambahkan, penetapan zona merah itu dikarenakan Balikpapan beberapa waktu lalu mendapati 3 kasus hewan yang telah dinyatakan positif PMK dan telah dilakukan pemotongan paksa.

Untuk hewan ternak di Balikpapan sudah semua di lakukan vaksin dan bahkan saat ini telah dilakukan vaksin yang kedua sehingga semua dapat dipastikan aman.

“Untuk yang divaksin kemarin itu ada 700 hewan ternak. Dan ini kami mendapatkan 900 vaksin lagi. Dan kami memang diberikan kuota vaksin sebanyak 1.600,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *