Samarinda, Busam.ID -PT PP Persero, Tbk Kota Samarinda, sedang mengerjakan proyek tunnel di kawasan Gunung Manggah.
Dalam proyek ini, beberapa pekerjaan telah diidentifikasi untuk dilakukan guna memastikan kelancaran proyek tersebut. Info terkait progres proyek tunel ini, busam.id dapatkan melalui akun instagram @pp.samarinda.
Satu pekerjaan yang akan dilakukan adalah pengecoran akses jalan gereja baru. Selain itu, dilakukan juga pengecoran box culvert untuk saluran inlet agar air dapat mengalir dengan baik dan menghindari masalah banjir di area tersebut.
Selain itu, clearing area untuk galian lereng akan dilakukan sehingga konstruksi dapat disiapkan dengan baik sebelum dimulainya pekerjaan galian.
Pemasangan steel rib juga merupakan bagian penting dalam proyek ini untuk memperkuat struktur tunnel dan menjaga keamanannya.
Selanjutnya, pemasangan alat penyalur petir juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi keselamatan pada proyek ini.
Terakhir, soil replacement pada main road inlet akan dilakukan untuk mengoptimalkan kondisi lahan dan menjaga stabilitas tanah di sekitar tunnel.
Dito juga menjawab pertanyaan mengenai kedatangan beton setengah lingkaran yang akan didatangkan dari Pulau Jawa.
Menurut Dito, saat ini jadwal pasti kedatangan beton tersebut masih belum diketahui. Namun, ia menjelaskan bahwa beton tersebut sedang dalam tahap pabrikasi beton.
“Pabrikasi beton adalah proses pembuatan beton di pabrik dengan menggunakan bahan-bahan yang telah ditentukan dan diukur secara presisi. Pada tahap ini, bahan-bahan seperti semen, air, kerikil, dan pasir dicampur dalam proporsi yang tepat untuk menghasilkan adukan beton yang homogen,” paparnya.
Setelah proses pabrikasi selesai, beton tersebut akan diangkut menggunakan truk mixer ke lokasi proyek untuk digunakan dalam pengecoran struktur bangunan.
“Dengan adanya progres proyek ini, diharapkan proyek tunnel di kawasan Gunung Manggah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Pekerjaan yang dilakukan akan membawa manfaat bagi masyarakat dan infrastruktur Kota Samarinda,” tutup Dito.
Sementara itu, Rezky, Kepala Koordinator Bina Marga Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Pengelolaan Tunnel Kota Samarinda, sejak dihubungi siang Selasa (11/7/23) hingga berita ini ditayangkan, belum merespon pertanyaan media terkait kedatangan material beton setengah lingkaran tersebut.
Sebelumnya pada bulan Januari 2023, diinformasikan bahwa pembuatan material beton setengah lingkaran yang berasal dari Pulau Jawa akan memakan waktu hingga 4-5 bulan per unitnya. Untuk pembangunan tunel Gunung Manggah diperlukan material setengah lingkaran lebih dari satu. (Ryan)
Editor : A Risa








