Sangatta, Busam.ID -Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur (Kutim), Syahfur, berharap pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang saat tengah digarap, kelak akan memberi tambahan kontribusi PAD yang signifikan.
Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kutim.

“Kami berharap Pelabuhan Kenyamukan segera selesai. Tentunya ini akan mendapatkan penambahan anggaran yang besar untuk daerah,” ungkap Syahfur saat ditemui di lapangan tenis Kompleks Bukit Pelangi, Minggu (3/12/2023).
Syahfur menjelaskan, Pelabuhan Kenyamukan memiliki lokasi yang strategis. Pelabuhan tersebut berada di kawasan industri dan pertambangan di Kutim. Dengan lokasi yang strategis tersebut, Pelabuhan Kenyamukan dapat menjadi pintu masuk dan keluar barang-barang dari dan ke Kutim.

Selain lokasi yang strategis, Pelabuhan Kenyamukan juga memiliki kapasitas yang besar. Pelabuhan tersebut dapat menampung kapal-kapal berukuran besar. Hal ini memungkinkan Pelabuhan Kenyamukan untuk melayani rute-rute internasional.
“Pelabuhan Kenyamukan memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD Kutim. Kami berharap pelabuhan tersebut segera selesai dan dapat beroperasi secara maksimal,” ujar Syahfur.
Saat ini, pembangunan Pelabuhan Kenyamukan masih dalam tahap penyelesaian. Pembangunan pelabuhan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2025.
Selain pembangunan pelabuhan, Pemkab Kutim juga sedang membahas peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan Pelabuhan Kenyamukan. Perda tersebut akan mengatur segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan, mulai dari tarif, hingga pengelolaan limbah.
“Perda Pelabuhan Kenyamukan ini sedang dibahas di DPRD Kutim. Kami berharap Perda tersebut dapat segera disahkan,” pungkas Syahfur. (Nan/AdvKutim)
Editor : A Risa


