Samarinda, Busam.ID -Pekerjaan pembangunan terowongan Gunung Manggah telah memasuki tahap awal dengan berbagai proses yang sedang dilakukan.
Proyek senilai Rp 395 miliar ini akan dikerjakan oleh kontraktor PT. Pembangunan Perumahan setelah berhasil memenangkan tender Multi Years Contract (MYC).
Rezky, Kepala Koordinator Bina Marga Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Pengelolaan Tunnel Kota Samarinda, mengungkapkan bahwa pada bulan Juni, tahapan awal pembangunan terowongan Gunung Manggah sudah mulai terlihat.
“Beberapa tahapan yang sedang dilakukan antara lain galian Cross Tapper Inlet, penggantian tanah di akses jalan gereja, persiapan pengecoran saluran tapper inlet, dan pengujian DCP saluran inlet,” ucapnya.
Selain itu, proses lain yang tengah berlangsung adalah penghamparan LPA (Liquid Penetration Apparatus) di akses jalan gereja, pengujian menggunakan sandcone di akses jalan gereja, pengecoran jalan akses gereja, cutting rigid jalan akses gereja, pemasangan bekisting dan wiremesh tapper inlet, pembuatan tandon rumah air, serta pengecoran saluran tapper.
Rezky menekankan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai setiap proses pembangunan yang dilakukan.
“Hal tersebut dilakukan untuk menjaga transparansi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai perkembangan proyek yang sedang berjalan,” papar Rezky.
Pembangunan terowongan Gunung Manggah merupakan proyek strategis yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah.
Terowongan ini diharapkan dapat mempercepat perjalanan dan mengurangi kemacetan, khususnya di Jalan Otto Iskandardinata.
Dengan adanya progress awal yang terlihat, diharapkan pembangunan terowongan Gunung Manggah dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. (RYAN)
Editor : A Risa








