Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota Balikpapan akan melanjutkan program Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (BSPK RTLH) pada tahun 2023 mendatang.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, rencana kelanjutan program ini diharapkan bisa membantu warga kota Balikpapan yang rumahnya tidak layak huni untuk bisa diperbaiki.
“Pihaknya meminta kepada perusahan yang ada di kota Balikpapan, untuk bisa membantu warga kota Balikpapan yang rumahnya tidak layak huni. Lewat program CSR perusahaan,” kata Rahmad kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).
Ia menjelaskan, rumah yang layak huni akan berpengaruh dengan penghuninya, kalau tidak layak huni bisa mempengaruhi pertumbuhan generasi muda ke depannya.
“Semoga program ini, bisa membantu warga dan bisa terus berlanjut setiap tahunnya. Sehingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni di kota Balikpapan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Arfiansyah menambahkan, pada tahun ini, besar anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program ini tercatat mencapai Rp1,3 miliar dari APBD Perubahan 2022.
Dia menjelaskan, nantinya akan ada sebanyak 66 rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan dari program tersebut. Satu rumah akan mendapat bantuan senilai Rp 20 juta.
“Kegiatan ini pertama kalinya dilaksanakan di kota Balikpapan dengan menggunakan APBD Kota, karena kita baru menyelesaikan regulasi Perwali Nomor 21 tahun 2022 tentang pedoman pemberian bantuan stimulan peningkatan rumah tidak layak huni,” terang pria yang akrab disapa Arfi.
Menurutnya, dengan adanya regulasi tersebut. Maka anggaran bisa dilaksanakan, tahun 2023 mendatang, sehingga program akan dilanjutkan dengan alokasi anggaran mencapai Rp 2 miliar dengan 100 unit rumah.
“Kami berharap tahun depan akan didampingi dengan program CSR dari perusahaan yang ada di kota Balikpapan,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












