Pemkot Kejar Target 85 Persen Vaksinasi Hewan Ternak Cegah PMK

BusamID
Vaksinasi hewan ternak. Ft Healthy

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota Samarinda telah menetapkan target vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak mencapai 85 persen hingga akhir tahun 2023.

Target tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok (Herd Immunity) pada sapi terhadap penyakit yang telah menyebar sejak tahun lalu.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Maskuri, menjelaskan bahwa sejak akhir tahun 2022 pihaknya telah melaksanakan vaksinasi PMK pada hewan ternak.

Namun, mendekati Hari Raya Idul Adha 2023, terjadi peningkatan distribusi sapi yang memaksa mereka bekerja lebih keras.

“Tim kami melakukan pemantauan terhadap sapi-sapi yang baru tiba di Kota Samarinda untuk menjalani vaksinasi, namun banyak yang terlewat,” ungkap Maskuri.

Berdasarkan data yang diperoleh, baru sekitar 7 ribu ekor sapi yang sudah divaksinasi.

Sementara itu, diperkirakan akan ada sekitar 13 ribu ekor sapi yang masuk ke Samarinda, namun saat ini baru terdata 9 ribu ekor.

Jumlah sapi yang ideal untuk divaksinasi adalah 85 persen dari total populasi sapi.

“Saat ini Kota Samarinda masih berada dalam zona merah PMK, namun kami berupaya mencapai bebas PMK pada akhir tahun ini, meskipun jumlah sapi yang datang membuat tim kami kewalahan,” ungkapnya.

Maskuri juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau sapi-sapi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) karena mereka belum divaksinasi. Sementara sapi-sapi dari Sulawesi yang berada dalam zona merah sudah menerima vaksin.

“Kami hanya perlu memeriksa kelengkapan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” tambahnya.

Dia berharap bahwa kabupaten/kota lain yang menerima pasokan sapi melalui pelabuhan Samarinda akan melaksanakan vaksinasi PMK atau memiliki dokumen SKKH agar dapat melakukan vaksinasi PMK di wilayah masing-masing.

“Semua sapi yang datang dapat kami tangani, meski sedikit kewalahan karena kedatangannya yang serentak. Vaksin PMK ini disediakan secara gratis oleh pemerintah pusat dan didistribusikan ke semua kabupaten/kota,” jelasnya.

Maskuri juga menjelaskan bahwa sapi-sapi yang dijual oleh pedagang musiman rata-rata hanya divaksinasi satu kali, sedangkan sapi-sapi yang dipelihara oleh Kelompok Tani di Kota Samarinda rata-rata sudah divaksinasi dua kali bahkan mendapatkan vaksin booster (vaksin ke-3), dengan total populasi kurang lebih 1500 ekor.

“Kami berharap agar konsumen benar-benar memeriksa kelengkapan dokumen SKKH sebelum membeli sapi, karena di luar itu kami tidak dapat menjamin,” pungkasnya. (RYAN)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *