Samarinda, Busam.ID – Para orangtua harap waspada dan lebih meningkatkan penjagaan terhadap buah hatinya, karena dugaan penculikan anak mulai muncul di Kota Tepian. Rabu (12/01/22) di Jl Sentosa Gg H Ruslan SPD, seorang perempuan dicurigai hendak menculik anak, dengan penampilannya yang membawa sebilah parang dan karung.
Dugaan tindak penculikan anak itu, dilatari peristiwa satu pekan sebelumnya (06/01/22) ketika salah seorang saksi warga didatangi perempuan yang akan memberi sejumlah uang, dengan syarat membolehkan anak saksi tidur semalam dengannya.
Saksi warga tersebut berinisial M (50) mengatakan, jika di kisaran pukul 10.00 Wita dia melihat seorang perempuan di semak Gg H Ruslan. Perempuan itu membawa karung dan parang. Saksi kemudian menegur perempuan tersebut. Tanpa menanggapi sepatah kata pun, perempuan itu langsung berlari masuk ke hutan.
M mengaku agak was-was karena sepekan yang lalu, seorang perempuan berbeda mendatanginya dan meminta izin membawa anak M tidur bersamanya semalam. Perempuan itu menawari M sejumlah uang jika diizinkan membawa anak M tidur bersamanya.
Kegaduhan di Jalan Sentosa itu dilaporkan seorang warga ke pihak Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Sungai Pinang. Bersama Patroli Beat 110 Polresta Samarinda, Tim Reskrim Polsekta Sungai Pinang langsung bergerak mendatangi lokasi kejadian.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Pinang Kompol Irwanto melalui Kepala Unit (Kanit) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Ipda Bambang Suheri menyebutkan, peristiwa tersebut belum bisa dikatakan dugaan penculikan karena perempuan yang dicurigai tidak melakukan apa-apa pada saat ditegur saksi.
“Kami belum bisa bilang kalau itu dugaan penculikan. Tapi kecurigaan warga ke arah sana (penculikan anak) ada, mengingat sebelumnya terjadi peristiwa seorang perempuan menginginkan membawa anak salah seorang warga di sana. Tapi ini perempuan berbeda,” terang Ipda Bambang Suheri.
Terkait informasi demikian, Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim Rina Zainun mengimbau dan meminta orangtua agar lebih intens dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Ini sebetul warning yah buat orangtua agar lebih waspada dan jangan sampai lengah,” cetus Rina.
Peristiwa seperti ini menurut Rina sebenarnya sangat mengganggu psikis para orangtua. Oleh karenanya, peran dan dukungan masyarakat untuk lebih awas pada lingkungan diperlukan.
“Perlindungan terhadap anak sebenarnya peran orangtua. Namun karena kejahatan penculikan anak itu korbannya acak, maka masyarakat dituntut untuk bersama mengawasi sekitar lingkungan tempat tinggalnya,” tegas Rina. (kaka nong/an)








