Pojok Baca Digital untuk WBP Lapas Narkotika

BusamID
Peluncuran program rehabilitasi WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Foto: Ist

BusamID – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda di Bayur, per hari Rabu (16/03/22) mendapat kesempatan untuk mengisi hari-hari penghukuman mereka dengan membaca. Media yang disediakan pihak lapas yang diklaim satu-satunya se-Kalimantan itu, adalah komputer tanpa akses internet. Dalam menyediakan media baca digital itu, Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda bekerjasama dengan e-pustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kaltim.

Informasi tentang ruang literasi digital bagi para WBP di Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda itu, disampaikan Kalapasnya Hidayat, dalam kegiatan peluncuran sejumlah program Lapas. Kegiatan yang dihadiri Kepala Kanwil Kemenkumham Kalimantan Timur-Utara Sofyan itu, mengungkap beberapa program terkait pembinaan WBP agar dapat lebih baik sekeluarnya dari masa tahanan atau masa penghukuman.

Beberapa program dimaksud yakni membuka layanan rehabilitasi sosial bagi para WBP, launching aplikasi layanan informasi (simpatisan mobile), peresmian taman bacaan edukasi narkotika (BEN) dan pojok baca digital serta penandatangan perjanjian kerja sama dengan instansi terkait.

Menurut Hidayat, rehabilitasi narkotika bagi WBP merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses perawatan kesehatan dan pembinaan. Dengan adanya terobosan baru ruang literasi digital yang diberi nama Pojok Baca Digital Lasusda, diharapkan para warga binaan bisa mengisi masa hukumannya dengan membaca buku digital bermanfaat. Diharapkan, kegiatan membaca itu nantinya akan meningkatkan pengetahuan warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dibanding saat ini.

“Semua orang punya hak yang sama termasuk warga binaan. Mereka juga perlu suplai pengetahuan dan informasi,” ucap Hidayat pada awak media yang meliput acara tersebut.

Menurut mantan Kalapas Kotabaru ini, literasi digital di tahanan yang dipimpinnya merupakan yang pertama di Kalimantan. Ditambahkan, pojok baca digital itu merupakan terobosan anyar, mengingat saat ini hampir semua infrastruktur mengarah ke sektor digitalisasi.

“Program ini juga merupakan kerja sama Lapas dengan e-pustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kaltim,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini infrastruktur pendukung taman baca digital tersebut sudah dilengkapi dengan tiga komputer. Ke depannya bakal ditambah menjadi 10 komputer. Kendati demikian, mengantisipasi hal-hal tak diinginkan Lapas membatasi warga binaan untuk akses internet.

“Semua katalog e-book sudah disiapkan. Jadi enggak ada yang bisa googling atau nonton YouTube,” tandasnya.

Dia menambahkan, tak menutup kemungkinan ke depannya Lapas Narkotika Samarinda bakal mencoba penunjang lain seperti Amazon Kindle. Dengan alat tersebut mahalnya perangkat komputer bisa diminimalisasi.

Sebab satu perangkat elektronik e-reader tersebut dihargai Rp1,5 juta hingga Rp5 juta lebih. Sementara bila merakit komputer dengan teknologi terkini bisa mencapai belasan hingga puluhan juta.

“Yang mana efisien, itu yang bisa kami gunakan,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Kaltim, Sofyan juga menuturkan hal senada. Taman baca digital ini merupakan salah bentuk layanan rehabilitasi. Dengan demikian mereka tidak merasa bosan dan bisa menambah pengetahuan dengan buku digtal.

“Terus terang saja, ini terobosan baru dan pertama kali di Kaltimtara,” pungkasnya. (l6c/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *