Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Ungkap Kematian Pemulung Di TPA Bukit Pinang Samarinda

BusamID
Pondok yang biasa digunakan korban (Hasanah) beristirahat, usai mencari barang bekas di gunung sampah TPA Bukit Pinang Jalan Suryanata Samarinda. Foto by dicky

Samarinda, Busam.ID – Penyebab meninggalnya seorang pemulung bernama Hasanah (52) hingga kini masih menjadi misteri.

Dari kondisi jasad saat ditemukan berkembang dugaan jika Hasanah tewas lantaran dibunuh.

Dugaan ini setelah melihat terdapat sumpalan jilbab di mulut Hasanah.

Polisi terus berusaha mengungkap kasus tersebut, salah satunya mengerahkan anjing pelacak unit K9 Polda Kalimantan Timur.

“Ya ada permintaan bantuan unit K9 Polda Kaltim untuk membantu proses penyelidikan,” terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (2/1/2023).

Dikatakannya, jasad Hasanah sudah dilakukan autopsy, Jumat (30/12/2022) lalu, namun untuk keterangan hasilnya masih menunggu keterangan dari Dokter Forensik.

“Hasil autopsinya belum diketahui hasilnya, masih menunggu konfirmasi dari Dokter Forensik,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemulung bernama Hasanah usia 52 tahun yang dilaporkan hilang sejak Rabu (28/12/2022) dini hari, dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.15 Wita, Kamis (29/12/2022) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Jalan Suryanata, Kelurahan Air Putih, kecamatan Samarinda Ulu.

Jasad ditemukan oleh anaknya sendiri dan jasad tertutup kasur bekas di tepi jurang gunung sampah dengan kondisi mulut tersumpal jilbab. (zul)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *