Samarinda, Busam.ID – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim sebagai sarana persiapan daerah menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON), ternyata menjadi prerogatif Gubernur. Keterangan itu disampaikan Humas KONI Kaltim Zulkarnain sewaktu perhelatan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Kaltim di Ballroom Hotel Aston Jl P Hidayatullah Samarinda Selasa (22/02/22) kemarin.

Menurut Zul, sapaan akrab pria berperawakan subur ini, untuk penentuan lokasi Porprov KONI hanya berperan sebagai pengusul, penentuannya pada pihak Gubernur. Lokasi Porprov Kaltim 2022 sebagaimana sudah diputuskan Gubernur Kaltim Isran Noor adalah Berau. Arena Porprov 2022 di Berau ini, sekaligus merupakan persiapan Kaltim menghadapi kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Sementara untuk Porprov 2026 sebagai persiapan PON XXII, KONI Kaltim dalam Musorprov kemarin mengusulkan dua lokasi yakni Kabupaten Paser atau Kabupaten Kutai Barat. Kedua lokasi diajukan ke Gubernur sebagai alternatif penyelenggaraan Porprov 2026, karena dipilih terbanyak oleh peserta Musorprov.
Sebelumnya, tim penjaringan tuan rumah Porprov Kaltim, Rusdiansyah Aras menjelaskan ada tiga kabupaten yang mengikuti seleksi yakni Paser, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara. Balikpapan sempat mengikuti seleksi, namun tidak lolos pada seleksi administrasi. Akhirnya ketiga lokasi itulah yang dilakukan pemilihan untuk diajukan ke Pemprov dalam hal ini Gubernur Kaltim.
Pada saat pemilihan, Paser dan Kubar menempati peringkat pertama dan kedua. Sementara Kabupaten PPU paling sedikit dipilih sehingga dengan sendirinya tereliminasi. Jumlah pemilih Kabupaten Paser sebagai lokasi Porprov 2026 adalah 35 suara, sementara Kabupaten Kutai Barat dipilih 27 peserta.
Peserta Musorprov KONI Kaltim dari Kutai Barat, Stefanus pada media mengatakan, daerahnya Kubar sangat pantas menjadi tuan rumah Porprov dikarenakan sudah memiliki fasilitas memadai sebagai venue cabang olahraga.
“Dan saat ini sedang dibangun tiga venue cabor oleh Dinas PUPR Kaltim. Kutai Barat juga memiliki potensi wisata air terjun sangat banyak serta hotel penginapan yang mampu menampung 4000 sampai 5000 orang. Ini karena di Kutai Barat ada 100 perusahaan batubara dan perusahaan sawit yang turut mensuport pembangunan,” ungkapnya. (pkc/an)








