Samarinda, Busam.ID – Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kaltim mendesak BPKAD (Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah) dapat segera menyelesaikan persoalan Aset Pemerintah Provinsi.
Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa masih banyak aset-aset Pemprov yang menggantung.
“Banyak tugas-tugas yang harus diselesaikan. Masalah yang masih menggantung yakni masalah aset,” ucapnya baru-baru ini kepada media.
Masalah aset yang masih menggantung menurut Isran terkait benturan dengan aturan, terutama mengenai pelepasan aset-aset dan perubahan status milik pemerintah daerah.
“Seperti contoh, aset milik pemerintah berupa rumah, kendaraan dan lahan serta bangunan yang harus dialih status sebab sudah terlalu lama dan tidak terurus serta tidak layak pakai. Kemudian kendaraan dinas milik pemerintah daerah banyak menumpuk dan masih menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim. Kendaraan ini seharusnya masih bisa bermanfaat,” ucapnya.
Peralihan aset yang harus melalui proses di lelang terbuka Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) semakin menyulitkan karena harganya mahal.
Seharusnya bisa menguntungkan sebesar-besarnya bagi pemilik barang, lantaran kondisi menggantung itu, berdampak tidak ada yang beli sekali pun pihak dealer kendaraan.
“Untuk itu Pemprov harus kritis dengan aturan-aturan tersebut, kita ingin dapat untung, bukan dapat buntung,” jelasnya..
Imbuhnya, mestinya kendaraan itu masih berguna dan mendatangkan hasil, apalagi digunakan para pensiun karena masih ada pajak yang harus dibayarkan kepada negara dan daerah.
“BPKAD harus mencari jalan keluar agar permasalahan aset tersebut dapat tuntas,” tegasnya.
(ADV/TY/RYAN/DISKOMINFOKALTIM)
Editor : Risa Busam.ID












