Proyek Kereta Api Prestisius, Butuh Dana Hingga 500 T

Busam ID
Pengamat ahli perencanaan tata ruang dan wilayah, Dana. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID– Rencana Pemkot Samarinda mengembangkan moda transportasi kereta api, dinilai beberapa pihak sebagai proyek prestisius, mengingat anggaran yang diperlukan mencapai 500 Trilyun Rupiah. Jumlah itu setara dengan 128 kali APBD Kota Samarinda tahun 2023 ini yang disahkan pada angka Rp 3,9 T.

Meski begitu, proyek kereta api yang memerlukan ongkos besar di awal pembangunannya ini, memberikan ekses yang besar sekali terhadap berbagai persoalan di masyarakat saat ini.

Pengamat Perencanaan Wilayah dan Pengembangan Infrastruktur, Ir Dana Adisukma ST MSc IAP, menyampaikan pendapatnya terkait hal tersebut.

Menurut Dana, pembangunan kereta api harus mempunyai supply demandnya terlebih dahulu.

“Beberapa pusat kegiatan di daerah selatan Samarinda, Pemkot kita ketahui punya perencanaan untuk mewujudkan Kota Satelit ataupun Kota Mandiri. Jika terbangun, maka dibutuhkan efisiensi transportasi yang menghubungkan 4 titik sesuai perencanaan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan supply demand tersebut,” paparnya kepada BusamID pada Jumat (24/2/2023).

Ditambahkan, saat ini Kaltim sudah cukup tertinggal untuk urusan transportasi dibandingkan dengan perkembangan yang ada di Pulau Jawa.

“Menuju Samarinda yang masyarakatnya heterogen, tentu sudah tertinggal dibanding kota lain, kita di Samarinda khususnya sudah ada bandara, pelabuhan juga sudah ada, nah kereta api kita yang belum punya,” imbuhnya.

Menurut Dana, dengan adanya transportasi kereta api di Kaltim, akan menyelesaikan beberapa masalah perkotaan yang saat ini terjadi.

“Pertama kemacetan, kereta api itu kan tidak akan terkena macet apalagi menggunakan sistem berbasis skytrain. Kedua, dapat membantu ekonomi masyarakat juga karena tarifnya tidak mahal. Ketiga juga akan memangkas proses retribusi industri dan barang karena disalurkan ke tiap stasiun tidak harus menggunakan kendaraan-kendaraan besar,” tambahnya.

Ditanya perihal total anggaran yang dibutuhkan, ia menjawab membutuhkan perkiraan anggaran sebesar Rp 500 T.

“Untuk total, perkiraan sekitar Rp 500 T ya, itu jika kita berkaca dengan pembangunan transportasi kereta yang terintegrasi seperti yang ada di Jakarta. Tapi hal tersebut tidak bisa jadi patokan juga ya. Mekanisme, kajian , material dan lain-lain bisa dapat berubah sesuai kondisi dan waktu. Namun sekalipun biaya awalnya mungkin tinggi, investasi jangka panjang dan manfaatnya akan sangat berekses terhadap perkembangan perekonomian daerah tersebut,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkot Samarinda memiliki perencanaan untuk membuat jalur transportasi kereta api di 4 titik kelurahan yaitu Kelurahan Loa Bakung, Kelurahan Sempaja Timur, Kelurahan Bantuas dan juga Kelurahan Sungai Siring. Rencana tersebut dalam rangka akselerasi pembangunan sekaligus mempersiapkan Kota Samarinda yang turut menjadi Kota Penyangga IKN (Ibu Kota Nusantara). (RYAN)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *