Samarinda, Busam.ID – Warga di Perumahan Talangsari Regency Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara Selasa (30/5/2023) siang sekira pukul 12.30 Wita geger oleh bunyi ledakan keras gas LPG yang diduga bocor.
Akibat ledakan tersebut, satu bangunan rumah di Blok Cluster Lavender 4 Nomor 59 RT 3 mengalami kerusakan parah.
Saat Busam.ID berada di lokasi, terlihat sejumlah petugas Polsek Sungai Pinang dan warga ramai berkumpul di sekitar TKP.
Sejumlah dinding kaca berhamburan di lantai teras, saat Busam.ID masuk ke dalam rumah. Tampak sejumlah ruangan porak poranda termasuk plavon rumah jebol. Seperti ruang dapur, ruang kamar tidur utama, ruang kamar anak dan ruang keluarga semua porak poranda akibat ledakan gas.
Selain plavon yang jebol, di ruang kamar utama juga terlihat atap yang terbuat dari genteng berhamburan dan berlubang cukup lebar akibat ledakan tersebut.
Menurut keterangan tetangga korban, Yosep (48) sebelum terjadi ledakan melihat pemilik rumah bernama Luluk Sri Rejeki Rahayu Ningsih bersama anaknya Z-N baru datang ke rumahnya.
“Sekitar beberapa menit kedatangan pemilik rumah, terdengar suara ledakan cukup kencang,” terang Yosep kepada Busam.ID.
Sementara tetangga lainnya Organda Situmorang (35) mengatakan saat ledakan terjadi dirinya tengah bersantai di depan rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.
“Saat duduk santai di depan ruamah tiba-tiba terdengar suara ledakan, saya langsung respon cepat dan melakukan penyisiran di blok kami,” ucap Organda.
Setelah dilakukan penyisiran, Organda melihat kondisi rumah Lulik Sri Rejeki Rahayu Ningsih pecah dinding kaca dan nampak rumahnya berantakan.
“Kita tahu kalau di teras rumah tersebut ada dinding kaca dan pada saat kita lihat kondisinya sudah rebah berantakan.” terang Organda.
Organda kemudian berkordinasi dengan Yosep bersama-sama masuk ke dalam rumah guna mengetahui kondisi pemilik rumah tersebut.
“Ketika sampai disini (ruang tengah), kami mendengar suara orang berasal dari ruang dapur yang dalam kondisi tertutup,” terangnya.
Kami coba membuka pintunya namun tidak bisa terbuka lantaran gagang pintunya rusak diduga akibat ledakan tersebut.
“Yosep menyampaikan kepada kedua orang (ibu dan anak) tersebut untuk menyingkir dari pintu, kemudian saya tendang pintunya dan langsung terbuka,” tambah Organda.
Setelah pintu berhasil terbuka, Yosep dan Organdai keluarkan kedua korban dan langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Syahrani untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka bakar.
“Keduanya alami luka bakar di sekitar wajah, tangan serta kakinya. Informasi dari korban saat kejadian dirinya sedang memasak air,” terang Organda.
Setelah kedua korban berhasil dievakuasi, saksi bersama warga lainnya kembali ke dalam rumah untuk mencari titik api.
“Saat membuka lemari di bawah kompor gas kami melihat api masih menyala di regulator tabung gas 12 kilogram tersebut,” imbuh Organda.
Organda mengaku ketika berusaha memadamkan api, dirinya kuatir terjadi ledakan pada tabung gasnya.
“Karena belum memiliki skil memadamkan api, kami coba menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) namun tidak padam karena memang saya masih takut-takut juga meledak tabungnya sebab ruangan hawanya masih panas,” terang Organda.
“Karena tidak padam, kami menggunakan kain basah dengan menggunakan tongkat untuk mengarahkan ke titik api dan api berhasil dipadamkan,” tambahnya.
Untuk memastikannya, saksi bekerjasama dengan warga sekitar melakukan pemeriksaan dan penyiraman jika menemukan titik api lainnya.
“Untuk ruang tidur atapnya jebol, warga sekitar bergotong royong untuk menutupi atap tersebut dengan menggunakan terpal agar tidak kehujanan mengingat saat ini sedang mendung,” terangnya.
Sementara kedua korban masih dalam penanganan di RSUD Abdul Wahab Sayhrani akibat luka bakar yang diderita. (Zul)
Editor : A Risa
#samarinda #kaltim #balikpapan #tenggarong #kalimantantimur #berau #mahakamulu #bontang #kukar #kutaikartanegara #kutaitimur #kutim #kutaibarat #kubar #viral












