Sedang Isi BBM Seorang Ibu Ambruk

BusamID
Sedang Isi BBM Seorang Ibu Ambruk. Foto: Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Suasana pom bensin (SPBU) di Jl PM Noor Sempaja Selatan subuh tadi, Jumat (19/11) pukul 05.00 Wita mendadak tegang. Suasana itu dipicu pemandangan ambruknya seorang ibu secara tiba tiba. Pada saat itu sang ibu sedang menunggui sepeda motornya yang sedang diiisi bensin.

Melihat pelanggan pertamanya ambruk, karyawan pom bensin yang panik, segera menghubungi 112. Tak lama petugas Inafis dari Polresta Samarinda datang, segera mengevakuasi korban.

Korban datang ke SPBU memakai sepeda motor matic, mengenakan jaket krem coklat, helm biru, juga sarung tangan.

Korban yang diketahui bernama Siti Wahyuni (49) sehari-hari merupakan pedagang toko kelontong di Jl Balimau RT 12 Lempake Samarinda Utara.

Korban yang saat itu sedang memegangi sepeda motor maticnya Honda Beat KT 6522 WK, membawa 9 jerigen 5 literan di bagian belakang sepeda motornya.

Arsi Toyib salah seorang operator SPBU PM Noor mengungkapkan, dia dan teman temannya terkejut sewaktu korban mendadak ambruk jatuh terkulai ke tanah. Karena tengah memegang selang pengisian BBM, Arsi tak sempat menahan jatuhnya ibu itu.

“Ibu ini adalah pelanggan pertama kami. Setiap hari operasional pom dibuka pukul 05.00 subuh dan tutup pukul 01.00 dini hari. Kaget juga waktu lihat ibu ini tiba tiba ambruk. Saya kira oleng gitu aja, mungkin pusing. Eh ternyata ambruk dan saya sadar korban jatuh sudah rebah di lantai,” cerita Arsi.

Ditambahkan, korban selain mengisi sepeda motor maticnya, juga hendak mengisi jerigen jerigen yang dibawanya, untuk bahan dagangnya bensin eceran. Selain jerigen, korban juga membawa uang Rp 345 ribu di dompetnya serta sebuah hp.

Sihar salah seorang keluarga korban yang dihubungi petugas, segera mendatangi pom bensin di mana Siti jatuh. Dia kemudian ditunjukkan rekaman cctv detik detik jatuhnya Siti.

“Memang 2-3 hari sekali, almarhumah itu datang ke pom bensin PM Noor untuk menambah barang dagangannya. Korban sehari-hari berjualan kelontongan ditambah bensin enceran untuk meramaikan tokonya. Dari rekaman cctv pom bensin, korban jatuh sendiri. Sepertinya korban memang kena serangan jantung,” ungkap Sihar.

Setelah dievakuasi Tim Inafis Polresta Samarinda yang segera memeriksa korban di lapangan, diduga korban ambruk akibat serangan jantung.

“Dari pemeriksaan awal kami tidak menemukan adanya kekerasan di tubuh korban. Dugaan memang korban meninggal karena serangan jantung. Kepastiannya kita tunggu hasil pemeriksaan rumahsakit,” jelas Kasubnit Inafis Aipda Harry Cahyadi ketika dihubungi.

Setelah hasil pemeriksaan rumahsakit keluar, perkara ini akan dialihkan Tim Inafis Polresta Samarinda ke Polsek Sungai Pinang. (Vic/An)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *