Kaltim  

Seleksi Komisioner KPID Masuki Tahapan Fit and Proper Test

BusamID
Ketua Komisi I DPRD Kaltim - Jahidin. Foto : Istimewa

Samarinda, Busam.Id – Proses seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim mendekati tahap akhir. Dalam waktu dekat, fit and proper test bakal dilakukan oleh Komisi I DPRD Kaltim selaku panitia penyelenggara seleksi KPID Kaltim.

Ketua Komisi I Jahidin dikonfirmasi media ini Sabtu (27/11) mengungkapkan, jika fit and proper test KPID yang dijadwalkan bakal berlangsung pada 6 hingga 8 Desember 2021 di Balikpapan. Selama 3 hari itu, akan ada 21 orang yang bakal mengikut fit and proper test. Sederhanya, tes tersebut bertujuan untuk menguji kepatutan dan kelayakan para peserta demi menduduki suatu jabatan.

“DPRD Kaltim tidak menguji secara tertulis. Hanya fit and proper test. Jadi finalisasinya di situ. Ujian tertulis mereka kan sudah dilakukan oleh tim seleksi (timsel),” ungkap Jahidin.
Ditambahkan, dari 21 orang peserta fit and proper test, nantinya panitia akan menyaring peserta menjadi 14 orang. Kemudian, sebanyak 7 orang ditetapkan panitia sebagai komisioner KPID Kaltim, sedang 7 orang lainnya sebagai cadangan.

“Hasil fit and proper test itulah yang akan kami rapatkan di Komisi I. Kami tetapkan 7 yang terpilih. Setelah diumumkan, nanti kami minta tanggapan dari masyarakat,” lanjutnya.

Politisi dari Fraksi PKB itu juga menambahkan bahwa peserta yang nantinya akan ditetapkan tentu berdasar kepada urutan kelulusan. Dimulai dari peringkat teratas. Nilai-nilai tersebut juga nantinya akan diperlihatkan langsung kepada yang bersangkutan.

“Begini, yang dikirim dari timsel itu kan berurutan mulai peringkat 1 sampai 21. Mulai dari nilai tertinggi sampai terbawah. Dalam pelaksanaan ujian nanti, katakanlah nilai fit and proper test-nya 100 persen benar, tapi ranking-nya 17 atau 18, tentu kami akan prioritaskan yang di atasnya,” jelas Jahidin.

Artinya, fit and proper test tidak serta-merta jadi penilaian utama. Komisi I juga mempertimbangkan hasil peringkat. Semua akan dilihat berdasarkan hasil tes tertulis, psikotes yang dilakukan oleh tim independen dari Universitas Mulawarman (Unmul), kemudian fit and proper test. Barulah pihaknya akan menggabungkan dan menyimpulkan untuk hasil akhir.

“Di antara peserta itu kan mesti ada yang nilainya sama. Dua di antaranya pasti ada yang punya peringkat lebih tinggi. Untuk memilih di antara yang sama nilainya, diukur dari hasil fit and proper test,” pungkas Jahidin. (aji/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *