Samarinda, Busam.ID – Rustam (38) pada Rabu (7/6/2023) siang di Jalan Biawan Kecamatan Samarinda Ilir, bermaksud menagih hutang pada seorang temannya. Bukan bayaran hutang yang dia terima melainkan sebuah hunjaman tikaman. Kendati berhasil mengelakkan tikaman pisau pada area tubuhnya yang vital, tikaman itu sempat mengenai daun telinga Rustam. Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor.
Pada media ini Rustam menceritakan, sebelum kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu, Rustam memberikan pinjaman uang sebesar Rp 2 juta rupiah kepada pelaku. Rustam dan pelaku diketahui merupakan teman karib.
“Dia dulu berjualan nasi, ketika saya mampir ke warungnya dia merengek minta bantuan dana untuk modal, karena kasihan jadi saya kasih pinjam,” terang Rustam.
Dalam kesepakatan utang piutang, pelaku berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu satu bulan. Namun uang tersebut tidak kunjung dikembalikan oleh pelaku hingga memasuki bulan ke enam.
“Saya kesini datang menagih dan tidak kasar, namun karena sikapnya saat ditagih seperti main-main seakan seperti mengolok olok makanya sempat membuat saya emosi,” ujar Rustam.
Melihat Rustam emosi, pelaku juga emosi dan langsung mengambil pisau yang disimpan di motornya.
“Dia langsung serang saya di bagian muka menggunakan pisau. Beruntung saya sempat menghindar,” terang Rustam.
Darah segar mengucur dari daun telinga hingga mengalir ke leher dan baju korbannya, tidak berselang lama datang ambulan milik relawan Baguna untuk mengobati luka akibat serangan senjata tajam tersebut.
“Korban mengalami luka di bagian daun telinga dan sudah kami tangani,” kata Hendra relawan Baguna.
Usai mendapatkan pertolongan dari relawan, Rustam kemudian menuju Kantor Polsek Samarinda Kota untuk melaporkan kejadian tersebut. (Zul)
Editor : A Risa








