Samarinda, Busam.ID – Tanah amblas atau longsor menimpa warga di Jalan Sultan Sulaiman RT 29, Kelurahan Pelita, Kecamatan Sambutan, Kamis (9/6/2022). Sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan akibat dari tanah longsor tersebut dan termasuk ada dua kendaraan, roda dua dan empat yang tertimbun.
Kejadian berawal sekitar pukul 04.30 wita, warga dikagetkan dengan suara seperti kucing berkelahi. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata sebuah bangunan rumah sudah dalam kondisi miring ke depan akibat tanah yang ditempati rumah tersebut amblas atau longsor.

Rifai (45) salah satu korban pemilik rumah yang longsor mengaku, sebenarnya merasakan pergerakan tanah sejak, Rabu (8/6/2022) pagi. Dan kejadian parahnya sehingga akhirnya menimpa rumahnya Kamis dini hari.
“Kalau amblasnya ini subuh jam setengah lima tadi, kalau bergerak-geraknya dari kemarin pagi, sekitar 5 meter turunnya rumah saya dari sebelumnya,” terangnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Diceritakannya, saat kejadian dirinya memdengar suara nyaring ‘kretek-kretek’ dan dengan sigap langsung membangunkan anak dan istrinya, serta tetangganya untuk keluar dari rumah.
“Ya ada suara kretek-kretek begitu, kalau yang kemarin gak keras, nah pas habis isya tadi malam tambah nyaring, terus istri saya bilang kok depannya rumah ini kok miring, makanya saya sama keluarga tidurnya gak nyenyak,” sambungnya.
Saat menjelang salat subuh, lanjutnya, tanahnya semakin amblas dan penghuni rumah langsung menyelamatkan diri dan tidak sempat menyelamatkan harta bendanya termasuk kendaraan miliknya yang ikut amblas.
“Motor sudah tidak bisa saya keluarkan lagi, karena posisinya miring dan di bawah itu jurang, kalau yang punya mobil di samping rumah saya, juga sama, saya yang bangunkan orangya saja dulu,” sambungnya lagi menceritakan.
Data sementara dihimpun BusamID, dalam musibah tersebut dari dua rumah, ada 10 jiwa terdampak yang mana masing-masing satu keluarga ada berjumlah lima orang.
Camat Sambutan, Yosua Laden ketika dikonfirmasi mengatakan, akibat longsor tersebut memang ada dua rumah yang terdampak.
“Jadi memang informasi tanah bergerak ini sudah beberapa hari lalu saya terima, tetapi kami baru dapat laporan resminya hari ini, dan saat ini dalam penanganan.
Dan kami sudah melakukan koordinasi dengan PLN untuk memadamkan listriknya, PDAM juga karena ada pipanya yang patah, serta Dinas PUPR Provinsi dalam penanganannya terkait jalannya,” ujar Yosua langsung di lokasi kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso yang juga sudah berada di lokasi kejadian mengatakan, untuk langkah awal bagi penghuni rumah dipastikan aman terlebih dahulu, untuk barang-barang masih dilakukan proses evakuasi.
“Saat ini kami BPBD Samarinda dan relawan sedang membantu untuk mengevakuasi barang-barangnya,” ujarnya.
(dic)
Editor: Redaksi BusamID








