Teguran Keras Kepada Ponpes Yang Santrinya Dianiaya Senior Hingga Meninggal

Busam ID
Abdul Khaliq, foto by dok Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim Abdul Khaliq memberikan teguran keras kepada Pondok Pesantren (Ponpes) di Samarinda yang santrinya dianiaya oleh seniornya hingga meninggal dunia. Bahkan bersama Kantor Kememag Samarinda sudah mengunjungi langsung Ponpes tersebut.

“Untuk sementara belum ada sanksi, mungkin sanksi administratif ada. Namun yang pasti kami peringatkan dan beri teguran keras. Itu semua agar tidak terjadi lagi hal serupa dikemudian hari di pondok-pondok pesantren lainnya. Kebetulan kami sudah ke sana untuk memberikan bimbingan dan pemahaman kepada kepala santri serta ustadz dan ustadzah di sana,” ucapnya saat dihubungi tim Busam.ID, Sabtu (25/2/2023).

Seperti diketahui, kasus yang terjadi di salah satu Ponpes di Samarinda, Sabtu (18/2/2023) lalu, mengakibatkan salah seorang santri berumur 14 tahun meninggal dunia. Diduga dikarenakan dianiaya seniornya, akibat dituduh mencuri uang Rp 200 ribu.

Lebih lanjut Khaliq mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Ponpes itu untuk memasang kamera pemantau (CCTV) di sudut-sudut tempat yang tidak terpantau. Itu semua agar ke depannya dapat mengawasi semua aktivitas santri.

“Kami meminta pihak pesantren memasang CCTV, agar ke depan tidak ada lagi santri yang bersikap anarkis. Karena dapat dipantau langsung,” lanjutnya.

Ia berharap tidak lagi terjadi kasus-kasus serupa, yang membuat orang tua khawatir untuk menitipkan anak mereka ke Ponpes. Oleh karena itu, dalam waktu dekat dirinya akan memanggil semua pesantren untuk melakukan himbauan.

“Kami bersama Kanwil Kemenag Samarinda, dalam waktu dekat akan memanggil semua pondok pesantren untuk mengimbau dan melakukan bimbingan. Agar tidak terjadi kasus anarkis di dalam lingkungan pesantren dan demi menjaga kepercayaan semua orang tua santri,” pungkasnya.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *