Balikpapan, Busam.ID – Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) tak terkecuali Kota Balikpapan mengalami kelangkaan stok epiji 3 kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menanggapi permasalahannya.
Dan berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, stok elpiji 3 kilogram di Kota Balikpapan justru lebih dari cukup.
“Kita kan selalu berkomunikasi dengan Pertamina, dan pihak Pertamina selalu menyampaikan sesuai data fix yang ada bahwa sebenarnya kita lebih dari cukup,” kata Rahmad, Jumat (11/11/2022).
Kondisi kelangkaan yang terjadi dikarenakan adanya oknum-oknum yang selalu memanfaatkan kondisi yang terjadi untuk menjual stok elpiji yang ada ke pelaku usaha.
“Ada oknum-oknum inilah yang selalu memanfaatkan, seperti yang di pangkalan ada yang mengambil 2 dan 3, kemudian dia bawa ke industri-industri, kita tidak mungkin mencegah semuanya, kita tidak tahu, alasannya anaknya di bawa. Bapaknya ngantri, anaknya ngantri padahal KK-nya cuman satu,” ujar Rahmad.
Ia menyampaikan pada para pelaku usaha agar menggunakan elpiji non subsidi. Karena penggunaan untuk gas subsidi itu dibutuhkan bagi yang tidak mampu.
“Bagi rumah industri, bagi pelaku-pelaku usaha, pengusaha industri itu kita sarankan bahkan diwajibkan menggunakan gas non subsidi. Kita Ingatkan kalau kamu menggunakan hak orang tidak mampu maka haram hukumnya, tidak berkah,” ucapnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












