Warga Loa Raya Tenggelam Saat Mengambil Drum yang Hanyut di Sungai Mahakam

BusamID
Teks foto : Adi (kaos hitam tengah), ketika memberi keterangan kepada petugas terkait tenggelamnya Pebri, kawan usahanya dalam ternak ikan di keramba. Pebri tenggelam saat berusaha menggiring drum yang hanyut ke tengah Sungai Mahakam, Senin (26/6/23). Foto BPBD Kukar

Kukar, Busam.ID – Bermaksud mengambil drum yang hanyut di Sungai Mahakam Desa Loa Raya Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, seorang pemuda bernama Pebriansyah (26) akhirnya tenggelam. Kejadian Senin (26/6/2023) sekirq pukul 11.30 Wita, korban bermaksud mengambil drum plastik yang hanyut ke tengah sungai.

Korban yang akrab dipanggil Pebri oleh warga sekitar, dilaporkan tenggelam setelah kelelahan berenang saat menarik drum plastik dari tengah sungai.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh rekannya, Muhammad Ady Ariansyah (22) biasa dipanggil Ady. Korban dan Ady, keduanya karib yang usaha bersama ternak ikan di keramba pinggir sungai.

Menurut Ady malam sebelum kejadian, korban melarangnya untuk memberi makan ikan yang ada di keramba. Karena rencananya ikan di keramba hendak diseleksi atau dipisahkan berdasarkan ukurannya.

Mendengar hal tersebut, Ady kemudian membuat hancau (sejenis alat penangkap ikan) di dekat keramba.

“Sebelum kejadian korban pergi ke arah ilir hendak membeli gas,” terang Ady.

Usai membeli gas, korban kembali mendatangi Ady dan langsung turun ke keramba. Tidak berselang lama, korban melihat drum hanyut dari arah hulu berada sedikit ke tengah sungai.

“Ketika saya sedang minum kopi, itu ada kopi saya masih, korban ini hendak mengambil drum yang berada di tengah sungai sekitar 15 meter dari keramba. Namun saya larang karena posisi drum tersebut cukup jauh,” terang Ady.

Korban tidak menghiraukannya dan langsung melepas pakaian dan tersisa celana dalam warna biru lalu langsung terjun ke sungai.

Dari kejauhan Ady melihat korban sudah berhasil memegang drum tersebut, namun tampak seperti kelelahan.

“Melihat korban kelelahan mendorong drum tersebut saya pun langsung terjun untuk membantunya,” tambahnya.

Karena merasa lelah, Ady pun memperingatkankan korban untuk melepaskan drum tersebut namun ditolak oleh korban.

“Jangan, jangan dilepaskan drumnya,” ucap Ady menirukan korban.

Karena tidak sanggup lagi mendorong drum tersebut, Ady memutuskan untuk kembali berenang ke pinggir sungai dan meninggalkan korban yang masih mendorong drumnya.

Katika sampai di pinggir sungai, Ady melihat perahu melintas dan berusaha memberitahu motorisnya bahwa ada orang lagi perlu bantuan untuk membawa drum tersebut ke pinggir.

“Saya kasih tahu, pak..pak .. saya tunjukkan drum tersebut namun orang di perahu tersebut jalan terus,” ucap Ady.

Karena kuatir terjadi sesuatu, Ady memanggil temannya Yusuf Ramdhan (21) dan berlari ke keramba di sebelahnya meminjam perahu untuk menjemput korban yang masih berada di tengah sungai.

“Ketika sampai di lokasi dan drum tersebut kami geser, korban sudah tidak terlihat lagi,” jelasnya.

Ady bersama rekannya pun langsung kembali untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.

“Drumnya hanyut agak jauh dan ada anak- anak tadi mengambilnya,” ucapnya.(Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *