2030, TPA Sudah Tidak Ada Lagi

Busam ID
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan, Ekoregion Kalimantan Mini Farida ketika memberikan keterangannya usai acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2023 di Hotel Blue Sky Balikpapan, Senin (20/3/2023). (foto by Muhammad M)

Balikpapan, Busam.ID – 50 persen kabupaten/kota yang ada di wilayah Kalimantan telah mulai menerapkan kebijakan pengelolaan sampah. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan, Ekoregion Kalimantan Mini Farida dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2023 di Hotel Blue Sky Balikpapan, Senin (20/3/2023).

Komitmen dalam pengelolaan sampah, untuk tidak menerapkan open dumping di tempat pembuangan akhir (TPA) karena hal itu akan menjadi salah satu penilaian bagi kabupaten/kota dalam meraih penghargaan Adipura. Setiap kabupaten/kota disarankan untuk menerapkan sanitary landfill atau control landfill.

Hal itu karena gas metane yang dihasilkan oleh TPA merupakan salah satu faktor utama yang berdampak peningkatan emisi rumah kaca.

“Jadi dari 56 Kabupaten dan Kota yang di dalamnya dapat sertifikat, ada 9 sertifikat dan 2 Adipura kencana. Artinya komitmen itu ada untuk TPA, untuk menerapkan sanitary landfill dan control landfill,” katanya kepada wartawan.

Jadi ke depannya, lanjutnya, pihaknya akan mendorong 56 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan itu untuk menerapkan sendiri sanitary landfill.

Bahkan ke depannya di tahun 2030, TPA itu sudah tidak ada lagi di Kalimantan. Semua akan menjadi sampah terolah penanganannya. Khusus di Kota Balikpapan, saat ini sudah 72 persen sampah yang tertangani. Dan pengurangannya mencapai 17 hingga 20 persen.

“Artinya mereka sudah melakukan dan menghampiri target nasional. Dan di kota Balikpapan juga ada inovasi salah satunya adalah pengolahan sampah organik, yang sudah dibuat menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik. Serta ada rencana kedepan untuk membuat OPD yang ada di kecamatan, sehingga kedepannya akan Zero dan TPA tidak lagi digunakan,” ucapnya.

Saat ini, dari 56 Kabupaten dan Kota yang ada di wilayah Timur sekitar 50 persen diantaranya sudah mulai melakukan pengelolaan sampah. Selebihnya lagi masih bertahap dan berproses. Karena kondisi di Kaltim ini rata-rata tanahnya adalah gambut, dan menjadi masalah untuk mendapatkan lokasi TPA tersebut. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *