Samarinda, Busamtv.co.id– Menurunnya kasus penularan COVID-19 di Samarinda, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda optimis merencanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bertahap pada 7 September 2021, besok.
Namun sejumlah persoalan masih menjadi pertanyaan masyarakat, yakni cakupan vaksinasi pelajar yang masih sangat rendah.
Berdasarkan data cakupan vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda, per 31 Agustus 2021 mencatat, target total anak remaja yang harus divaksin sebanyak 86.897 orang.
Dengan rincian, sebanyak 1.572 anak remaja telah melakukan vaksin dosis 1 atau baru mencapai 1,8 persen. Sedangkan yang melaksanakan vaksin dosis 2 baru 851 anak remaja, atau 1,0 persen. Sementara cakupan vaksinasi untuk tenaga pendidik saat ini sudah mencapai 70 persen.

Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda, dr Ismed Kusasih mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Samarinda akan mendukung program Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk melaksanakan PTM tersebut.
Namun, Ismed menjelaskan PTM dapat dilaksanakan jika status satu daerah telah ditetapkan menjadi PPKM level 1,2 dan 3.
“Tentunya kalau beliau (Wali Kota Samarinda, red) sudah menentukan, ya kita berusaha mewujudkan. Yang jelas dari pusat sudah ditentukan yang boleh pertemuan tatap muka itu di bawah level 4, itu dulu. Mudah-mudahan sesudah tanggal 6 September, Samarinda keluar dari level 4. Yang jelas kita sudah persiapkan PTM sekolah. Yang pasti, guru-guru sudah divaksin 70 persen, tinggal 30 persen. Itu tidak susah, karena 30 persen itu hanya sekitar 2.000 orang saja,” ucapnya saat dikonfirmasi Busamtv.co.id, Senin, (6/9/2021).
Selain itu, mengenai cakupan vaksinansi pelajar atau anak usia remaja, Ismed Kusasih mengakui, cakupan vaksin masih sangat kurang. Itu terjadi karena, vaksin yang bisa digunakan pelajar atau usia anak antara 1-18 tahun hanyalah vaksin Sinovac.
Kendala yang terjadi saat ini adalah vaksin jenis tertentu sulit. Selain itu, lanjut dia, ketersediaan vaksin yang ada di Dinas Kesehatan sesuai apa yang dikirim oleh pemerintah pusat.
“Pemerintah kabupaten/kota hanya sampai SMP, otomatis di bawah 18 tahun dan vaksin yang disiapkan adalah Sinovac, kita tunggu saja. Karena kita ini bukan yang merencanakan, kita hanya dapat dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dirinya berharap vaksin yang dikirim selanjutnya adalah jenis Sinovac agar dapat memaksimalkan cakupan vaksinasi pelajar guna mendukung program Wali Kota Samarinda melaksanakan PTM terbatas. Namun, yang datang justru vaksin jenis lain.
“Kemarin kita berharap vaksin yang datang Sinovac, ternyata yang datang Astrazeneca,” sebutnya.
Terkait dengan vaksinasi pelajar tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Kalau kegiatan, mereka (Disdik, red) yang melaksanakan. Seperti kemarin, mereka mendata guru-guru, kita yang melakukan penyuntikan. Alhamdulillah sudah tercapai 70 persen guru sudah divaksin,” tutupnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin menegaskan, memang tidak ada regulasi yang secara spesifik mengatur pelaksanaan PTM harus disertai dengan jumlah murid yang mendapatkan vaksinasi.
“Itu sesuai dengan pernyataan pak Menteri Pendidikan (Nadiem Markarim). Murid tidak menjadi syarat utama divaksinasi. Hanya saja, kalau sudah divaksinasi pencegahannya lebih baik,” ujarnya.
Asli Nuryadin melanjutkan, saat ini yang menjadi syarat utama digelarnya PTM adalah status level PPKM di tiap daerah. Selama tidak berada pada PPKM level 4, kemungkinan PTM bisa segera dilaksanakan.
Sebaliknya, jika masih dalam status PPKM level 4 maka PTM lebih sulit untuk diterapkan. Syarat ini berlandaskan keputusan Menteri Pendidikan Indonesia, Nadiem Markarim.
Ia membeberkan, sejauh ini sudah terdapat dua sekolah yang guru maupun muridnya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Yaitu SMP Negeri 22 Samarinda di Jalan Pahlawan dan SMP 36 di Jalan KH. Harun Nafsi, Loa Janan Ilir. Dua sekolah tersebut diharapkan dapat menerapkan PTM secara penuh.
“Ada satu lagi sekolah lagi yang akan PTM penuh, sebelumnya masuk di 71 sekolah yang disiapkan. Yaitu SMP 1 Samarinda, saat ini masih kami data, dan pekan depan mungkin sudah bisa divaksinasi juga. Stok sudah tersedia,” paparnya.
Sementara itu, ditegaskan Asli bahwa tenaga kependidikan di bawah Disdik Samarinda sendiri sudah siap menyambut PTM. Beberapa guru pun sudah menerima dosis vaksinasi Covid-19.
“Intinya kami Dinas Pendidikan telah siap. Tinggal syarat utama saja, bisa turun dari PPKM level 4. Sembari menunggu arahan wali kota,” tandasnya.(*)(Vicky/Tw)








