Samarinda, Busam.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi menghadiri sekaligus membuka Pameran dan Seminar Alat Kesehatan Laboratorium (ALKESLAB) dalam negeri GAKESLAB Indonesia Privinsi Kaltim dengan tema Kaltim Bangga Buatan Indonesia di Hotel Harris, Kamis (28/7/2022).
Acara dihadiri diantaranya Ketua Tim Pengawasan dan Pengendalian, Pusat P3DN Kementerian Perindustrian RI Marzuki Sinambela, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur Hasoloan Manalu, Ketua Tim Kerja Peningkatan dan Fasilitasi TKDN Alat Kesehatan dan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri Direktorat Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Lupi Trilaksono.
Hadir juga melalui virtual Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan & Plt. Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Ir. Sodikin Sadek.
Dalam sambutannya Hadi mengatakan, menggunakan produk dalam negeri harus menjadi kesadaran utama bagi kita sebagai Bangsa yang besar.
Dirinya mengimbau kepada seluruh Provinsi di Indonesia baik di Kabupaten/Kota untuk menggunakan produk dalam negeri.
“Kalau ada produk dalam negeri kenapa harus yang lain. Semangat itu harus terus kita dengungkan,” kata Hadi.
Sebagai bangsa yang memiliki penduduk terbesar di dunia yakni sebanyak 277 juta jiwa, lanjutnya, Indonesia berada di peringkat ke 4 setelah China, India Amerika Serikat, itu menjadikan Indonesia pasar utama masuknya produk-produk luar negeri.
Apa yang mereka lakukan? Mereka melakukan aktivasi dari hulu ke hilir agar Indonesia tidak berdaya. Oleh karena itu, melalui kebijakan Presiden RI Joko Widodo agar masyarakatnya berbelanja produk dalam negeri minimal 40 persen.
“Harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Karena kita menjadi sasaran pasar utama bangsa-bangsa besar, maka segala upaya mereka lakukan supaya kita tidak menjadi negara besar. Ini menjadi catatan penting yang harus kita perhatikan,” ujarnya.
Namun, untuk mewujudkannya diperlukan kerja keras dan kerja sama serta kolaborasi disemua komponen, untuk melawan hegemoni negara negara besar yang tidak menginginkan Indonesia menjadi besar.
“Kita harus berkolaborasi untuk mewujudkan tatanan ekonomi baru bagi Indonesia, dengan membelanjakan APBD dan APBN kita pada produk-produk dalam negeri, “ ujarnya dengan tegas. (rey/pt/adv/diskominfokaltim)
Editor: Redaksi BusamID












