Balikpapan, Busam.ID – Hingga akhir Oktober ini, Anggaran senilai Rp 16 miliar untuk membiayai pemberangkatan atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 di Berau tak kunjung cair.
Sehingga kontingen atlet dari Kota Balikpapan terancam gagal berlaga, karena sesuai jadwal Porprov Kaltim yang akan dilaksanakan di Berau tersebut bakal mulai dilaksanakan pada pertengahan November.
Kondisi itu menjadi pertanyaan besar, khususnya bagi Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono. Sebab kondisi sangat merugikan altet dalam meraih prestasi.
“Atlet itu sudah melakukan latihan lama, Dan harapannya ketika ikut Porprov menang dan bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi. Itulah sebenarnya kebahagiaan dari atlet dan orang tua atlet,” kata Budiono kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).
Ia menyampaikan, dirinya sebagai legislatif merasa prihatin dengan nasib atlet, yang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meminta penundaan dan terancam tidak bisa ikut dalam Porprov.
“Padahal anggaran sudah disediakan, sudah ada semuanya. Dan proses itu sudah berjalan, DPOP sudah mendata atlet dan official. Termasuk DPOP juga sudah menyurat ke masing-masing Cabor-cabor untuk mengirimkan nama-nama, dan KONI juga sudah mendaftarkan by name by number. Terus apa lagi masalahnya,” ungkapnya.
Hal yang paling memprihatinkan, tentunya para atlet yang gagal ikut bertanding juga bakal terancam tidak bisa bertanding ke event yang lebih tinggi apakah itu ke PON atau Sea Games.
“Saya mempertanyakan pernyataan dari Wali kota Balikpapan yang tidak akan mencairkan anggaran untuk pelaksanaan persiapan untuk keberangkatan atlet ke Proprov, padahal Ketua DPRD Balikpapan menyampaikan ke atlet pihaknya sudah mengalokasikan anggarannya,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












