Kampung Ketupat Potensi Datangkan Wisatawan dan Bangun Perekonomian Lokal

BusamID
Bincang Parekraf di Kampung Ketupat oleh Dispar Kaltim pada Minggu (18/3/2023). foto by dok. Diskominfo Kaltim

Samarinda, Busam.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bincang Parekraf bertajuk “Meniti Asa Parekraf 2023 Melalui Pembangunan Berbasis Kolaborasi & Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan” di Kampung Ketupat, Samarinda, pada Minggu (19/3/2023). Kampung Ketupat di Samarinda Seberang, merupakan penamaan baru lokasi perajin bungkus ketupat dari daun kelapa yang dikeringkan. Di Kampung Ketupat ini tinggal 128 perajin yang produksinya disebarkan sampai keluar Kota Tepian.

Bincang Parekraf tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dispar Kaltim, Achamad Herwansyah, awak media serta Duta Wisata untuk bersama membahas Pariwisata Kalimantan Timur.

Menurut Herwansyah, pariwisata memiliki empat pilar yaitu pengembangan destinasi wisata, kegiatan industri ekonomi kreatif, pemasaran serta kelembagaan.

“Kita memiliki Perda Perwilayahan Kalimantan Timur Nomor 5 tahun 2022, yaitu destinasi pariwisata provinsi 1 dan 2,” jelas Kepala Dispar Kaltim Achmad Herwansyah.

Ia mengatakan Pemprov Kaltim melalui Dispar Kaltim, akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait guna pengembangan sektor Pariwisata Kaltim.

“Pemerintah, swasta dan masyarakat harus berkolaborasi. Hal tersebut dilakukan agar kita bisa bangun sektor pariwisata khususnya kampung wisata kampung ketupat ini,” ungkapnya.

Diketahui Kampung Ketupat dinobatkan menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi karena ada beberapa obyek wisata lainnya yang saling mendukung. Misalnya saja, Masjid Tua Shiratal Mustaqiem dan Kampung Tenun Sarung Samarinda.

Diresmikan pada 18 Januari 2019, Kampung Ketupat sendiri terus berbenah. Memiliki 128 pengrajin dan mampu menyuplai pasokan ketupat hingga ke luar pulau Kalimantan.

“Perorang pengrajin disini mampu membuat sekitar 300 – 500 ketupat, terlebih jika mendekati hari raya peminat akan semakin bertambah. Setiap 100 pcs dihargai Rp 25 ribu rupiah,” bebernya.

Di akhir perbincangan Achmad Herwansyah berpesan kepada Azis selaku Ketua Pokdarwis Kampung Ketupat Warna Warni.

“Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan atraksi di tempat wisata. Seperti tersedianya home stay dan memiliki kemampuan dalam mengemas konten kreatif. Jika ketiga hal tersebut dimiliki, maka kedepan efeknya akan berimbas ke peningkatan perekonomian warga sekitar,” tutupnya.(ADV/RYAN/DISKOMINFOKALTIM)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *