Libur Panjang, Diskominfo Kaltim Imbau untuk Jaga Keamanan Data

BusamID
HM Faisal/Ilustrasi Hacker. Design by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Sebelum libur panjang jelang Lebaran 2023, diketahui petugas keamanan informasi diminta untuk melakukan upaya perlindungan data dan informasi dengan baik.

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya potensi serangan siber selama libur panjang ataupun cuti bersama.

Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim) menjelaskan bahwa imbauan dari Badan Siber dan Sandi Negara kepada bagian yang menangani keamanan informasi baik itu di Perangkat Daerah maupun Kabupaten dan Kota dapat melakukan upaya mitigasi antisipasi serangan siber.

“Serangan siber itu tidak mengenal tempat dan waktu, kapan pun bisa terjadi baik itu di waktu kerja atau tidak. Namun yang penting ialah bagaimana melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap hal tersebut,” ujar Faisal kepada awak media pada Selasa (18/4/23).

Ia pun memberikan beberapa tips agar dapat mencegah terjadinya potensi serang siber.

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti mengaktifkan fitur Multi Factor Authentification (MFA) untuk aplikasi yang digunakan. MFA adalah proses masuk akun multilangkah yang mengharuskan pengguna memasukkan lebih banyak informasi daripada hanya menginput kata sandi saja,” jelasnya.

Lanjut, MFA akan meminta beberapa bentuk ID pengguna saat pendaftaran akun. Sistem menyimpan ID ini dan informasi pengguna guna memverifikasi pengguna untuk login berikutnya. Sedangkan Login adalah proses multilangkah yang memverifikasi informasi ID lainnya bersama dengan kata sandi.

“Jadi setidaknya dengan beberapa langkah tersebut, dapat memberikan waktu ketika telah dilakukan upaya serangan siber serta akan memberikan peringatan bagi petugas untuk melakukan pembenahan,” paparnya.

Selain pengamanan, petugas keamanan informasi juga harus melakukan backup terhadap data yang dimiliki.

Hal tersebut sangat penting mengingat jika terjadi serangan dan data hilang, maka masih ada backup data tersebut sebagai cadangan.

“Idealnya ketentuan backup itu 3-2-1. Maksudnya membuat 3 salinan, 1 di dalam perangkat komputer, 2 dalam bentuk back up di media penyimpanan lain yang berbeda,” tambahnya.

Beberapa hal lain imbuhnya, walaupun dianggap sepele tapi sangat penting diantaranya memastikan komputer dalam kondisi terkunci dengan benar.

Kemudian tidak menuliskan kata sandi komputer pada kertas memo/dokumen apa pun di sekitar meja kerja.

Selain itu memastikan laci media penyimpanan informasi selalu terkunci ketika ditinggalkan sehingga tidak disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Satu hal penting lagi namun jarang dilakukan adalah mengganti password akun aplikasi sebelum libur.

Password ini setidaknya harus diketahui oleh satu pejabat berwenang berstatus Aparatur Negeri Sipil (ASN) sehingga ketika terjadi peristiwa tidak diinginkan tidak menimbulkan masalah baru.

“Memang idealnya tidak membagikan password yang dibuat kepada orang lain. Tapi sebagai upaya antisipasi, maka setidaknya pejabat berwenang berstatus ASN harus mengetahuinya,” imbuh Faisal.

(ADV/GAS/RYAN/DISKOMINFOKALTIM)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *