Stok Daging-Telur Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2023

BusamID
Fahmi Himawan/Sapi Ternak. Design by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Meningkatnya kebutuhan daging hingga telur menjelang Lebaran 2023, menjadi perhatian Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Fahmi Himawan mengungkapkan bahwa masyarakat tak perlu khawatir atas ketersediaan daging hingga telur menjelang Lebaran,

Ia memastikan stok pada Lebaran tahun ini aman dan mencukupi.

“Ketersediaan daging, baik daging merah ayam, daging putih ayam unggas dan daging merah sapi, kerbau dan telur aman dan tercukupi,” ucap Fahmi secara virtual pada Kamis (20/4/23).

Ia mengatakan menjelang Lebaran 2023, ketersediaan daging sapi sebesar 1.146 ton, sedangkan kebutuhan diprediksi hanya 611,4 ton, terjadi surplus sebesar 535 ton.

“Untuk daging ayam stoknya mencapai 7.089 ton dan yang diperlukan 6.543 ton, sehingga terjadi selisih atau surplus 546 ton, kemudian telur ketersediaannya mencapai 1.608 ton kebutuhan 1.558 ton, surplus 50 ton. Alhamdullah sampai Idulfitri, Iduladha, bahkan Natal dan hari besar keagamaan lain, stok kita masih aman,” imbuhnya.

Fahmi juga menjelaskan bahwa pada hari besar seperti keagamaan nasional, harga-harga pasti akan naik, tapi besaran harga yang lain tidak akan lebih dari 10 persen atau hanya berkisar antar 5-9 persen.

“Untuk disparitas harga antar wilayah juga berkisar 1,5 sampai 2,5 persen, ini sangat wajar. Contohnya, harga ayam di Kukar lebih murah, karena di sana banyak peternak. Namun, semakin ke daerah hulu perbatasan, harga biasanya lebih mahal untuk harga sapi. Hal tersebut disebabkan distribusi, dimana semakin jauh, pastinya biaya akan lebih tinggi,” jelasnya.

Lanjut, Fahmi mengungkapkan bahwa ketersediaan sapi di Kaltim masih 28 persen lokal dan 72 persen didatangkan dari luar provinsi Kaltim.

Dengan adanya PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), membuat gerak batas penerimaan menjadi lebih sedikit, bahkan sempat tidak bisa mendatangkan sapi dari luar.

“Alhamdulillah pada Januari kemarin (2023-red), ada surat edaran dari Kementan (Kementerian Pertanian), kita sudah diperbolehkan memasukkan sapi, baik dari zona merah di Jawa maupun Sulawesi,” ungkapnya.

Ia meminta para peternak untuk tetap menjaga kesehatan hewan, hal tersebut menurutnya perlu diperhatikan agar bisa terhindar dari penyakit yang menyerang hewan ternak lainnya.
(ADV/PT/RY/DISKOMINFOKALTIM)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *