Kaltim  

Sat Polairud Polresta Samarinda Imbau Keselamatan Warga yang Beraktivitas di Sungai Mahakam

BusamID
Petugas Satuan Polairud Polresta Samarinda saat memasang spanduk imbauan keselamatan untuk larangan berenang di lokasi yang rawan terjadi insiden orang tenggelam. Ft. Sat Polairud Polresta Samarinda

Samarinda, Busam.ID – Seringnya kejadian orang meninggal dunia karena tenggelam di sungai seperti belakangan terjadi di kawasan Kutai Kartanegara, membuat petugas Polairud Polresta Samarinda bergerak cepat untuk mencegah terjadi korban berikutnya.

Waka Polresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto melalui Kasat Polairud Kompol Teuku Zia Fahlevi mengerahkan anggotanya untuk selalu berpatroli di Sungai Mahakam.

“Petugas rutin melaksanakan patroli di Sungai Mahakam dan memberikan imbauan kepada masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di pinggir sungai,” terang Teuku Zia kepada Busam.ID Jumat (7/7/2023).

Selain memberikan imbauan, petugas juga memasang spanduk keselamatan untuk larangan berenang di beberapa titik yang dianggap rawan dan sering terjadinya insiden korban tenggelam.

Teuku Zia menyampaikan terkait langkah- langkah yang dilakukan pihaknya untuk menghindari terjadinya insiden korban tenggelam antara lain imbauan warga menghindari dan tidak berenang di tempat pesisir sungai yang terdapat spanduk larangan berenang, mengimbau orang tua selalu mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya akan bahayanya insiden tenggelam, melarang anak-anak bermain di pesisir sungai yang rawan terjadinya insiden tenggelam.

Selain itu jika melihat terjadinya insiden korban tenggelam, hal-hal yang harus dilakukan adalah pertolongan pertama mencari bantuan dengan berteriak untuk menarik perhatian orang sekitar, menghubungi tim penyelamat atau melaporkan ke Sat Polairud Polresta Samarinda melalui nomor telepon layanan 081210106700, melemparkan benda mengapung kearah korban seperti botol plastik, sterofom dan ban dalam.

“”Jika tim penyelamat belum tiba jangan panik segera lemparkan benda-benda yang mengapung seperti botol plastik, sterofom dan ban dalam,” terang Teuku Zia.

Apabila korban terus terseret arus sungai, langkah yang harus dilakukan adalah mengikuti arah korban dan terus memperhatikannya.

“Sayangi diri dan keluarga anda, mari wujudkan kepedulian bersama bantu Polri yang Presisi,” pungkasnya. (Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *