Samarinda, Busam.ID –Terkait permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 8 Samarinda, pihak kelurahan dan pihak sekolah sudah melakukan pemeriksaan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda.
Hasilnya, ditemukan 7 pelajar yang terdaftar di SMAN 8 Samarinda merupakan warga dari luar RT. Padahal dalam PPDB 2023 ini terdapat tujuh pendaftar lokal yang merupakan prioritas RT domisili sekolah, tidak diterima masuk SMAN 8. Kondisi demikian akhirnya menyulut protes warga sekitar sehingga berdemo dan menyegel SMAN 8.
Pihak Kelurahan Karang Asam Ulu, Kumala saat dikonfirmasi Busam.ID Selasa (11/7/2023) mengatakan, permasalahan terkait PPDB 2023 di SMAN 8 sudah selesai.

“Jadi yang daftar ulang terakhir ada 7 slot kosong setelah ditemukan warga yang bukan domisili sekitar sekolah,” terang Kumala.
Sementara jumlah pelajar lingkungan Prioritas RT yang mendaftar sebanyak 23 orang, semuanya diterima masuk SMAN 8.
“Alhamdulillah, 23 orang warga Prioritas RT diterima semua,” ucapnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua RT 16 Kelurahan Karang Asam Ulu, Totok Abimanyu yang mengatakan PPDB di SMA Negeri 8 telah selesai dan para siswa sudah aktif bersekolah.
“Sebenarnya ada 26 orang yang mendaftar di Prioritas RT namun 3 orang, tidak diterima lantaran tidak hadir saat pendaftaran ulang,” ucap Totok.
Sementara Waka Kesiswaan SMAN 8, Bambang Joko Tri Wibowo ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, agar media ini menemui pihak Kepala SMA Negeri 8 untuk mengkonfirmasi terkait PPDB tersebut.
“Besok saja langsung ketemu dengan Kepala Sekolah biar dijelaskan secara rinci terkait PPDB di SMA Negeri 8,” singkatnya. (Zul)
Editor : A Risa








