AH Apresiasi Relawan yang Jadi Garda Terdepan Penanganan Karhutla

Busam ID
Andi Harun. Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Keberadaan relawan menjadi salah satu kekuatan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Relawan yang tersebar di berbagai wilayah dinilai mampu menjadi pihak pertama yang bergerak ketika laporan kebakaran diterima.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi peran para relawan yang selama ini aktif membantu petugas menangani kebakaran di berbagai titik.
Menurutnya, keberadaan relawan di dekat lokasi kejadian membuat proses mobilisasi menjadi lebih cepat sehingga api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Makanya saya juga sangat bangga dan apresiasi saya sangat tinggi kepada relawan di Kota Samarinda, begitu banyak,” ujar Andi Harun.

Ia mengatakan kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan karhutla. Pemkot Samarinda pun menetapkan batas waktu bagi armada pemadam untuk mencapai lokasi berdasarkan jarak dan wilayah kejadian.

Untuk kawasan yang masih berada dalam jangkauan posko, armada ditargetkan tiba maksimal 10 menit setelah laporan diterima. Sementara wilayah pinggiran kota diberikan batas waktu respons paling lambat 15 menit.

Target tersebut diperkuat dengan koordinasi bersama relawan yang berada paling dekat dengan titik kebakaran. Relawan dapat melakukan penanganan awal sembari menunggu armada pemadam tiba di lokasi.

Andi Harun menyebut pola respons cepat tersebut telah diterapkan dalam sejumlah kejadian. Beberapa kebakaran bahkan dapat dikendalikan dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.

“Dalam satu sampai dua jam, alhamdulillah kebakaran bisa dipadamkan,” tuturnya.

Pemkot Samarinda juga menyiapkan skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) sebagai langkah antisipasi apabila kemampuan pemadaman di tingkat kecamatan tidak mencukupi.
Melalui mekanisme tersebut, posko kota dapat mengerahkan tambahan personel maupun peralatan untuk memperkuat penanganan di wilayah yang membutuhkan dukungan.

“Kalau utilitas pemadam kita di posko, di kecamatan misalnya tidak cukup, maka kita melakukan BKO terhadap posko kota,” tandasnya.

Selain pemerintah dan relawan, penanganan karhutla di Samarinda juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan titik panas maupun titik api yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Andi Harun berharap koordinasi seluruh unsur terus diperkuat. Dengan respons yang cepat dan dukungan personel di lapangan, potensi kebakaran meluas dapat ditekan dan kondisi lingkungan Samarinda tetap terjaga.(Adit/adv)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *