AI Kecerdasan Buatan Bak Pisau Bermata Dua

BusamID
Suparmin. Ft by Dok. Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat. Seperti pisau bermata dua, kemajuan AI memiliki efek baik dan buruk yang perlu dipertimbangkan secara cermat.

Di bawah ini, kita akan menjelajahi dampak positif dan negatif dari perkembangan AI.

Pengamat IT (Informasi & Teknologi) yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin mengatakan dampak baik serta buruk AI dalam kehidupan di masyarakat.

Dampak baik kehadiran AI:

AI telah menghadirkan revolusi dalam berbagai sektor, seperti industri, kesehatan dan transportasi.

Kemampuannya untuk memproses data dengan cepat dan akurat memungkinkan peningkatan efisiensi operasional.

“AI juga dapat membantu diagnosis penyakit yang lebih akurat dan deteksi dini, memungkinkan perawatan medis yang lebih tepat dan efisien,” terang Suparmin.

Perkembangan AI telah mengarah pada teknologi otonom, seperti mobil tanpa pengemudi, yang berpotensi mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kecepatan dan efisiensi transportasi.

“AI telah membantu perusahaan untuk menyediakan layanan yang lebih dipersonalisasi dengan menganalisis preferensi dan perilaku pengguna,” tambahnya.

Dampak Buruk AI:

Selain dampak baik yang, ada beberapa kemungkinan dampak buruk juga yang kemungkinan akan hadir yaitu seperti peningkatan penggunaan AI di beberapa industri dapat mengakibatkan pengurangan lapangan kerja bagi pekerja manusia, karena AI dapat menggantikan tugas-tugas yang lebih rutin dan berulang.

“Selain itu penggunaan AI yang melibatkan analisis data besar-besaran menghadirkan tantangan dalam mengamankan data pribadi dan mencegah potensi penyalahgunaan informasi oleh pihak yang tidak berwenang,” ucapnya.

Menurut Suparmin, Algoritma AI dapat mencerminkan bias yang ada dalam data yang digunakan untuk melatihnya, mengakibatkan keputusan yang tidak adil atau diskriminatif terhadap kelompok tertentu.

“Ketergantungan yang berlebihan pada AI juga dapat menyebabkan kerentanannya terhadap gangguan atau kegagalan teknis, yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Dalam menghadapi dampak baik dan buruk AI, perlu dilakukan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi AI berlangsung secara etis dan berkelanjutan.

“Bahkan, di Amerika saja, pihak Kepolisian di sana sudah menggunakan AI buat assesment suspect / memprediksi perilaku masyarakat, dan terjadi bias dalam algoritma, di mana mayoritas suspect nya orang kulit hitam,” ucapnya kembali.

“Dengan melakukan penyesuaian dan regulasi yang tepat, seharusnya kita dapat mengoptimalkan manfaat AI dan memitigasi konsekuensi negatifnya,” tutup Suparmin. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *