Bird Strike Picu Pesawat Overrun di Bandara APT Pranoto, 70 Orang Jadi Korban Simulasi

Busam ID
Simulasi Airbus A320 yang membawa 70 orang penumpang terbakar usai mengalami bird strike di Bandara APT Pranoto. Jumat (18/9/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Dalam hitungan menit, situasi Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda disimulasikan berubah menjadi kondisi darurat. Sebuah Airbus A320 yang membawa 70 orang mengalami bird strike, mesin nomor 2 terbakar, hingga pesawat keluar dari landasan pacu saat melakukan pendaratan darurat, Jumat (18/9/2026).

Skenario kecelakaan tersebut menjadi bagian dari latihan penanganan keadaan darurat penerbangan di Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda.

Pesawat dengan registrasi PK-XYZ milik maskapai Pesut Air dalam skenario itu membawa 64 penumpang dan 6 awak pesawat.

Proses evakuasi penumpang Airbus A320 yang menjadi korban. Foto by Zulkarnain

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan insiden bermula ketika pesawat berada fase final approach atau tahap akhir menuju pendaratan. Saat itu, pesawat disimulasikan menabrak kawanan burung kuntul.

Tabrakan tersebut menyebabkan mesin nomor 2 mengalami kegagalan dan kebakaran. Pilot kemudian melakukan pendaratan darurat di Runway 22, namun pesawat akhirnya mengalami runway overrun.

“Bird strike, tabrakan dengan kawanan burung kuntul saat final approach menyebabkan engine nomor 2 mengalami kegagalan dan kebakaran, sehingga pesawat mengalami runway overrun saat mendarat darurat di Runway 22,” kata Kadek dalam konferensi pers usai simulasi.

Begitu keadaan darurat dinyatakan, respons petugas langsung dilakukan. Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dikerahkan menuju lokasi. Dalam skenario latihan, petugas merespons hanya dalam waktu 1 menit 30 detik untuk melakukan pemadaman terhadap kebakaran pesawat.

Setelah api dikendalikan, tim gabungan bergerak melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak. Penanganan korban dilakukan melalui proses triase berdasarkan tingkat kondisi masing-masing.

“Dari total 70 orang dalam pesawat, skenario mencatat 3 orang meninggal dunia, 7 korban mengalami luka berat, 14 orang luka sedang, dan 46 lainnya mengalami luka ringan atau selamat tanpa cedera serius,” terang Kadek.

Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis sesuai tingkat keparahan kondisi masing-masing.
Latihan tidak berhenti proses pemadaman dan evakuasi. Situasi yang dihadapi keluarga korban juga menjadi bagian dari skenario.

Pihak maskapai Pesut Air bersama pengelola bandara mengaktifkan Family Assistance Center (FAC). Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan informasi resmi, pendampingan awal, serta dukungan kepada keluarga penumpang.

Pengamanan juga dilakukan di area bandara ketika keluarga mulai berkumpul dan bertemu dengan penumpang yang telah dievakuasi.
Menurut Kadek, penanganan keadaan darurat tersebut melibatkan banyak unsur. Mulai dari PKP-PK, SAR, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga medis, TNI dan Polri, hingga unsur terkait lainnya.

Seluruh proses dilakukan berdasarkan Airport Emergency Plan agar setiap unsur memahami tugas serta pola koordinasi ketika terjadi kecelakaan penerbangan. Setelah proses evakuasi selesai, pesawat yang menjadi objek simulasi diamankan. Lokasi kejadian kemudian dipreservasi sebagai bagian dari skenario investigasi.

Dalam latihan tersebut, proses investigasi disimulasikan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2021.
Sementara itu, data korban dalam skenario disebut telah diverifikasi oleh Emergency Operation Center (EOC). Informasi lanjutan akan disampaikan melalui Information Centre setelah proses identifikasi.

Usai seluruh rangkaian penanganan selesai, kondisi bandara disimulasikan kembali normal. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas sebelum operasional dilanjutkan.

Kadek mengatakan simulasi ini menggambarkan bagaimana seluruh unsur harus bergerak ketika menghadapi keadaan darurat penerbangan yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas instansi. (Zul)
Editor: M Khaidir

 

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *