Samarinda, Busam.ID –Usai menerima laporan terjadinya longsor di permukiman warga dengan korban satu orang warga terjebak dalam reruntuhan, Petugas BPBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) langsung mendatangi lokasi bencana dan berupaya menyelamatkan korban yang terjebak.
Petugas harus menggunakan mesin pemotong kayu (Senso) untuk memotong bagian batang kayu yang menghimpit badan korban.
Setelah berhasil di selamatkan, petugas medis dari BPBD Kaltim melakukan pertolongan pertama terhadap korban seperti memasang penyangga leher dan membidai bagian kaki yang patah akibat tertimpa kayu.
Dengan kompak grup petugas kemudian mengangkat tubuh korban ke tandu dan selanjutnya memasukkan korban ke dalam ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kejadian tersebut merupakan simulasi penanganan musibah longsor yang dilakukan oleh BPBD Kaltim dan puluhan relawan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada tanggal 26 April 2023.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih sejumlah unsur yang terlibat yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan relawan Kota Samarinda.
“Kita OPD terkait, relawan serta aktivis aktivis karena bencana ini urusan bersama. Yang penting itu pencegahan dan kesiapsiagaan,” ucap Tresna kepada Busam.ID.
Tresna juga menyebutkan tujuan dari simulasi ini adalah untuk membekali unsur terkait dalam hal penanganan terhadap bencanan longsor serta pertolongan pertama pada korban.
“Dalam daftar BPBD Kaltim, ,musibah longsor merupakan 4 potensi bencana yang sering terjadi di Kaltim,” jelasnya.
Tresno juga manambahkan, hingga akhir tahun 2023, BPBD Kaltim akan membentuk 55 Desa Tangguh Bencana.
“Saat ini yang beru terbentuk Desa Tangguh Bencana sudah ada 42 dan rencananya hingga akhir tahun akan membentuk hingga 55 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di Kaltim,” pungkasnya.(Zul/adv/diskominfokaltim)
Editor : Risa Busam,ID








