Data Narkotika Menurun, Kepala BNN Kaltim Ingatkan 10 Kabupaten dan Kota Masih Tetap Rawan

BusamID
Brigjen Pol Wisnu Andayana

FOTO:

Samarinda, Busam.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana mengatakan, meski peredaran narkotika di wilayah Kaltim saat ini sudah mengalami penurunan, namun tren permintaan narkotika di Kaltim masih cukup tinggi. Karenanya, 10 kabupaten/kota di Benua Etam, tidak ada satu pun yang aman dan masih akan rawan peredaran narkotika.

“Kita masih perlu kerjasama semua pemangku kepentingan, karena dari 10 kabupaten dan kota tidak ada satu pun yang bisa dikatakan aman, semuanya masih rawan,” kata Wisnu saat dikonfirmasi disela Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2022 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/6/2022).

Wisnu menuturkan, semua daerah ada kategori waspada dan siaga, jadi tidak ada daerah yang aman di Kaltim. Hanya saja intensitasnya berbeda-beda, paling rawan saat ini di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Samarinda. Selain itu yang paling rawan adalah daerah yang berbatasan dengan Kalimantan Utara.

“Karena untuk akses masuknya mereka mudah, baik darat maupun laut. Ya, karena luas lautnya saja 10 km lebih, jadi mereka bisa masuk lewat jalur-jalur tikus,” tuturnya.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, dalam pemberantasan narkotika bukan hanya tugas BNN atau aparat kepolisian yang bekerja, tetapi perlu ada kesadaran dari masyarakatnya.

“Kalau kami menindak dan teriak-teriak memberikan imbauan, tanpa adanya kesadaran masyarakat itu nol besar, makanya sebenarnya ini jadi tanggungjawab kita Bersama,” ucapnya.

Sesuai Instruksi Presiden pemerintahan, swasta maupun masyarakat wajib melaksnakan pencegahan dan pemberantasan narkoba. Dimulai dari lingkungan keluarga dengan memberikan pemahaman tentang bahayanya narkoba. (prb/ty/adv/diskominfokaltim)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *