Samarinda, Busamtv.co.id – Turnamen eSport Samarinda Road to PON Papua XX telah berakhir Sabtu (10/7/2021). Acara puncak penutupan diakhiri dengan pembagian hadiah pada Minggu (11/7/2021) di Cafe Busam Area, Jalan Wahid Hasyim 1, Sempaja, Samarinda, yang selama ini sekaligus menjadi tempat berlangsungnya turnamen yang diprakarsai ESI Samarinda tersebut.
“Akhirnya perjuangan panitia dalam menjaring atlet-atlet muda yang bertalenta dan berkualitas di tingkat Kota Samarinda selesai. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala, dengan disiplin yang tinggi dan prokes yang ketat,” ungkap Ketua ESI Samarinda periode (2020-2024), Arief Rahman Hakim kepada Busamtv.co.id, Senin (12/7/2021).
Turut hadir dalam penutupan turnamen tersebut diantaranya, Asisten I Pemkot Samarinda, Tedjo Sutanto yang mewakili Wali Kota Samarinda, Andi Harun, Ketua Kadin Kota Samarinda, Muhammad Ridwan, Wakil Ketua II Koni Samarinda, Herdian Maulid, dan seluruh jajaran pengurus ESI Samarinda.

“Hasil seleksi ini akan diberikan kepada ESI Kaltim yang kemudian dari sepuluh kabupaten kota akan diseleksi kembali. Kita berharap Kota Samarinda bisa memuncaki proses seleksi di provinsi nanti,” lajut Arief.
Lebih jauh Arief menuturkan bahwa mulai persiapan hingga proses turnamen ini semua berjalan cepat dan singkat, tepat setelah pergantian kepemimpinan di ESI Samarinda. “Saya juga banyak curhat ke Ketua Kadin sebagai sponsor turnamen ini agar pertandingan berjalan cepat, dan Kadin selalu mendampingi,” imbuhnya lagi.
Ke depan Arief sangat berharap Koni Samarinda dan DPRD Samarinda bisa menyelenggarakan event eSport. Mengingat banyak masyarakat yang belum melek jenis olah raga ini. Mengingat saat tidak hanya fisik, cabang olah raga berbasis virtual atau eSport telah diakui sebagai cabang olah raga prestasi. Mengingat eSport juga memberikan banyak manfaat diantaranya, ada kerja tim, komunikasi, strategi, dan sportivitas.
“Dengan berpartisipasi dalam eSport yang terorganisir, akan mendorong para atlet lebih terlatih keterampilan kognitif dan sosialnya, juga keterampilan pemecahan masalah, pemikiran strategis, kerja tim, komunikasi, keterampilan kerja dan pembangunan kepercayaan diri,” ungkap Arief lagi.
Arief menekankan bahwa dalam setiap turnamen, ESI Samarinda mengedepankan budaya ketimuran dimana peserta wajib menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Dengan cara, membuat peraturan dalam pertandingan, yakni bila peserta berbicara kasar atau tidak pantas maka akan di DO atau dikeluarkan dari turnamen.
Sementara, Herdian yang malam itu mewakili Ketua KONI Kota Samarinda menyampaikan jumlah atlet ESI Samarinda yang masuk di database sebanyak 180 atlet untuk pra Proprov dan Porprov 2022.
“Ini akan menjadi aset Samarinda nanti, dengan beroordinasi dengan ESI Kota Samarinda, KONI akan membuat database untuk atlet -atlet ESI Samarinda, tentu saja dengan terus membina agar lebih maju sesuai tag line “berani berubah,” ungkap Herdian.
Ia melanjutkan, bagi orang tua yang merasa terganggu dengan anak-anak mereka yang gemar bermain game, bisa langsung diarahkan ke komunitas game online, mengingat sudah menjadi cabang olah raga tak hanya di PON bahkan internasional.
“Pemerintah sangat menyambut baik dengan adanya turnamen ESI Samarinda Road to PON Papua XX, Samarinda adalah gudangnya atlet dimana sejauh ini atlet-atlet mendapat dukungan dari KONI dan Dispora. Kita semua menyambut dengan serius olah raga ini agar mendapat prestasi di PON Papua XX,” timpal Tedjo Sutanto.
Tedjo juga berpesan agar pembuktian atlet eSport Samarinda dan Kaltim pada umumnya tak hanya cukup di kancah PON saja, tapi juga internasional. (*)(Don/Tw)








