Samarinda, Busam.ID – Para petani di kawasan Kelurahan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara tak bisa berbuat banyak selain hanya pasrah melihat kebun sayuran miliknya mengalami gagal panen akibat diterjang banjir sejak Senin (1/5/2023) malam.
Mau tidak mau, para petani harus menanam kembali bibit-bibit jagung di lahan yang gagal panen tersebut.
Tidak hanya jagung, lahan seluas 9 hektare juga ditanami cabe dan timun juga nyaris gagal panen. Terlihat daun dan batang serta buah mentimun sebagian menguning dan tidak bisa di panen secara maksimal. Sementara cabai sebagian pohonnya mengering dan tidak bisa bereproduksi lebih banyak.
Satu dari sekian petani bernama Lakanda mengatakan, akibat gagal panen tersebut pihaknya mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

“Kalau dihitung dari awal menanam hingga sekarang kerugian bisa mencapai Rp 5 juta ke atas,” terang Lakanda Kamis (4/5/2023).
Lakanda berharap bantuan pemerintah dengan membersihkan dan menormalkan fungsi anak sungai di sekitar lokasi, agar tidak terjadi banjir lagi yang akan berdampak kepada para petani.
Pemerintah Kota melalui BPBD Kota Samarinda yang tanggap dengan keluhan petani di kawasan Sungai Siring langsung mendatangi lokasi.
Kedatangan BPBD untuk melakukan upaya cepat guna mengatisipasi terjadinya banjir kembali saat hujan turun.
“Tahap awal kita lakukan identifikasi dan kajian teknis di lapangan kemudian kita sampaikan ke Pemkot karena penanganan bencana tidak sepenuhnya ditanggung BPBD, kita turun bersama dengan Lurah setempat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta dinas terkait yang membantu penanganan di areal petani yang terendam ini,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso.
Tindakan yang dilakukan BPBD sendiri dengan mengerjakan normalisasi sejauh di tahap utama.
“Khusus BPBD sendiri melakukan normalisasi karena saya lihat banyak sendimentasi dan gulma. Informasi sementara normalisasi anak sungai di sekitar lokasi sejauh 300 meter. Tapi kita lihat nanti jika masih diperlukan kita akan stand by di sini karena seperti saran Wali Kota bahwa dampak banjir tidak hanya sektor perekonomian saja dan sosial, juga lingkungan Makanya DLH juga sudah turun, PUPR sudah turun bahkan Dinas Sosial dan Dinas Pertanian juga sudah turun ke lapangan,” jelasnya.
Suwarso menyebut untuk langkah selanjutnya pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan bekerja sesuai dengan tupoksinya.
“Khusus BPBD akan terus melakukan normalisasi,” tambahnya.
Sementara itu saat ditemui Lurah Sungai Siring, Muzakir mengatakan banjir tersebut disebabkan kiriman sungai dari hulu dan mengarah ke Sungai Pampang. Pada saat melintas di sungai yang berada di Sungai Siring, akibat adanya penyempitan pasir serta endapan dan gulma akhirnya air meluber hingga menggenangi kebun warga.
“Ini sedang kita usahakan dengan BPBD untuk jangka pendeknya mengatasi sementara kita keruk untuk aliran sungai tersebut, dengan harapan nanti ketika ada air datang dari hulu bisa mengalir lancar,” ucap Muzakir.
Muzakir mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pertanian Ketahanan Pangan serta pendataan lahan dan sudah dilakukan bersurat ke Wali Kota.
“Apa yang disampaikan oleh petani sudah kita sampai secara lisan dan tulisan ke pemerintah termasuk dinas terkait, harapannya mudah-mudahan pemerintah akan memberikan bantuan secepatnya” pungkasnya.(Zul)
Editor : Risa Busam,ID








