Cabai Kecil Capai Rp 60 Ribu per Kilo
Samarinda, Busam.ID – Menjelang puasa, harga bahan pangan mulai merangkak naik.
Tak terkecuali dulu Kota Tepian.
Pantauan media ini pada Selasa (21/2)23), harga cabai di pasar mengalami kenaikan 10 persen.
Dari awalnya berkisar Rp55 ribuan, per hari ini cabai kecil biasa, dijual pedagang di pasar tradisional seharga Rp60 ribu/kg.

Akibatnya, sebagian masyarakat Samarinda mengurangi penggunaan cabai dampak kenaikan harga tersebut.
Menurut Arifin, salah seorang pedagang cabai, saat ini harga cabai kecil mencapai angka Rp 60 ribu per kilogram sementara cabai besar Rp 50 ribu per kilogram.
“Cabai kecil sebelumnya harganya sekilo di angka Rp 55 ribu dan sekarang sudah Rp 60 ribu, kalau lombok per kilonya di angka Rp 50 ribu,” terang Arifin.
Akibat kenaikan harga cabai tersebut, daya beli masyarakat menurun.
“Sepi, orang yang biasa beli murah tiba-tiba naik, orang jadi tidak mau beli dikira kita menaikkan harga,” ujarnya.
Arifin mengaku, cabai yang dijual sekarang berasal dari Banjarmasin dan Makassar.
“Kalau cabai datang dari Sulawesi Selatan kemungkinan bisa turun lagi,” terangnya.
Selain berdampak pada pedagang, kenaikan cabai sangat dirasakan oleh masyarakat.
Jika biasanya setiap membeli cabai ke pasar tak kurang satu kilo, dengan kenaikan harga cabai saat ini, warga tersebut memilih membatasi penggunaan cabai.
“Terpaksa dibeli karena kebutuhan, hanya saja biasanya setiap kali beli sekilo, dengan kenaikan harganya saya kurangi jadi setengah kilo aja agar kebutuhan lain mencukupi. Tapi bila naik lagi maka saya akan beli seperempat,” ucap Nia, seorang warga yang biasa belanja ke pasar, saat diwawancarai Busam.ID.
Warga dan pedagang berharap, harga cabai bisa kembali normal agar daya beli masyarakat kembali meningkat.(Zul)
Editor : Risa Busam.ID








